Dari Pasar Tradisional ke Dunia Digital: Kisah Sukses Ahmad Musa, Pengusaha Batik Pekalongan
--
PEKALONGAN.RADARPEKALONGAN.CO.ID - Transformasi digital bukan hanya milik perusahaan besar. Ahmad Musa, pengusaha batik asal Pekalongan, membuktikan bahwa pelaku UMKM pun bisa menembus pasar modern dengan inovasi dan ketekunan. Lewat brand Batik Kanthil, Ahmad Musa sukses membawa usahanya dari pemasaran konvensional ke ranah digital yang kini bahkan menjangkau pasar luar negeri.
Perjalanan Ahmad bermula dari pengalaman sebagai karyawan yang mencetak kaos bergambar ikon tradisional seperti andhong dan becak. Dari situlah ia mulai belajar memasarkan batik ke pasar Beringharjo, Yogyakarta.
Dengan modal nol dan tanpa keahlian, ia nekat menjual hem, kaos, dan daster. Namun, usaha awalnya tak berjalan mulus, barang dagangannya tak langsung laku.
“Saya kira gampang, ternyata tidak. Sampai saya titip 10-20 potong dulu, balik seminggu kemudian. Begitu terus hingga setahun kemudian saya mulai dikenal dan dipercaya,” kenang Ahmad.
Setelah setahun berjuang, ia mulai memproduksi sendiri batik dan dipercaya teman-temannya untuk membawa produk. Namun tantangan besar datang saat pandemi COVID-19 melanda di tahun 2020. Mobilitas terbatas membuatnya tak bisa lagi memasarkan ke luar kota, termasuk ke Yogyakarta.

--
Tak menyerah, Ahmad dan istrinya mencari solusi. Mereka pun mulai merambah ke digital marketing dan menjual produk lewat marketplace seperti Shopee.
“Jadi kita fokus ke Shopee. Saya belajar foto produk yang menarik, cara membuat konten, dan mengelola toko online,” ujar Ahmad.
Perlahan tapi pasti, Batik Kanthil kembali bangkit. Ahmad kini mengelola pengiriman sekitar 40-50 paket per hari, dan memiliki reseller aktif sebanyak 50-70 orang yang turut memasarkan produknya secara online.
Produk andalan Batik Kanthil adalah blouse batik dengan harga reseller mulai dari Rp 34 ribu hingga Rp60 ribuan dengan harga produk sangat terjangkau dan menjadi yang paling laris.
“Biasanya penjualan tinggi di tanggal-tanggal kembar, hari gajian, dan event promo besar,” tambah Ahmad.
Kini, Batik Kanthil tak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga telah menjangkau pasar internasional berkat fasilitas pengiriman luar negeri dari marketplace.
Kisah Ahmad Musa menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk sukses. Dengan ketekunan, semangat belajar, dan adaptasi terhadap teknologi, pelaku UMKM pun bisa naik kelas dan menembus pasar global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
