Gaungkan Pancasila, Seminar Nasional ISNU-BPIP di UIN Gus Dur Pekalongan Soroti Moderasi Beragama
--
KAJEN.RADARPEKALONGAN.CO.ID - Semangat membumikan nilai-nilai Pancasila terus digelorakan, salah satunya melalui Seminar Nasional Pancasila di Gedung Student Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, Rabu 18 Juni 2025.
Acara yang mengusung tema “Aktualisasi Nilai Ketuhanan dalam Kebangsaan: Menjaga Moderasi Beragama di Indonesia” ini menjadi bukti komitmen berbagai elemen bangsa.
Seminar akbar ini terselenggara berkat kolaborasi apik antara Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pekalongan dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia sebagai sponsor utama. Sebanyak 500 peserta memadati aula, mulai dari mahasiswa, akademisi, tokoh agama, hingga masyarakat umum, menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dari kalangan muda, untuk memperkokoh ideologi Pancasila.
Perkuat Fondasi Bangsa Lewat Moderasi Beragama
Ketua PC ISNU Kabupaten Pekalongan, Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I, dalam sambutannya menekankan tujuan utama seminar adalah menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila agar dipahami, diinternalisasi, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin moderasi beragama menjadi pondasi kokoh bagi keutuhan bangsa di tengah tantangan global dan derasnya arus informasi digital,” ujar Nasrudin.
Ia menjelaskan, tema ini sangat relevan untuk mewujudkan nilai Ketuhanan dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus mengukuhkan pentingnya sikap seimbang dan adil dalam beragama demi mencegah ekstremisme.
Isu keberagaman yang rentan polarisasi menjadikan moderasi beragama sebagai garda terdepan penjaga persatuan, mengingat Pancasila adalah “way of life” yang mempersatukan Indonesia.
Pembukaan seminar ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza. Turut hadir sebagai keynote speaker adalah Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., Kepala BPIP RI. Jajaran penting lainnya yang hadir antara lain Ir. Prakoso, M.M. (Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga BPIP RI), Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. (Rektor UIN Gus Dur Pekalongan), serta perwakilan Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Kepala Kemenag, Ketua MUI, Ketua FKUB, dan perwakilan ormas.
Pandangan Pakar dan Harapan ke Depan
Dalam sesi pemaparan materi, Dr. H. Fakhruddin Aziz, Lc., M.Si., Ketua PW ISNU Jawa Tengah, membahas identitas bangsa, menekankan bahwa di balik kekayaan identitas primordial, semangat kebangsaan harus tetap berpusat pada identitas nasional Indonesia.
Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., Wakil Rektor III UIN Gus Dur, menyoroti urgensi penguatan moderasi beragama di era digital.
“Moderasi beragama adalah filter utama menghadapi polarisasi dan radikalisasi yang marak di ruang digital. Lingkungan kampus harus bersih dari paham ekstrem,” tegasnya, sambil memaparkan data Indeks Moderasi Beragama Nasional 2022 yang masih butuh penguatan.
Dari pemerintah daerah, Sri Lestari, S.IP, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, menguraikan bagaimana nilai Ketuhanan dapat diterjemahkan secara praktis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai kompas pembangun karakter bangsa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
