Kelas 4 SDN 02 Sengare di Pekalongan Tak Miliki Meja Kursi, Belajar Lesehan di Kelas
Anggota DPR RI Ashraff Abu didampingi Kepala Dindikbud Kholid dan Muspika Talun foto bersama dengan pelajar di SDN 02 Sengare. Ashraaf turun langsung ke SD ini lantaran ada keluhan siswanya belajar lesehatan karena tidak memiliki meja kursi.-Hadi Waluyo-
*Anggota DPR RI Ashraff Turun ke Lokasi
KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Sekitar 30 pelajar kelas 4 SDN 02 Sengare di Dukuh Sumilir, Desa Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, belajar lesehan di lantai. Pasalnya, di kelas ini tidak memiliki meja kursi.
Kepala SDN 02 Sengare, Sutiyono, menjelaskan, dari total enam ruang kelas, dua diantaranya kekurangan mebel. Namun, satu kelas masih bisa diatasi dengan meminjam fasilitas dari SD Negeri 01 Mesoyi dan SD Negeri 01 Sengare.
"Untuk idealnya, kita membutuhkan sekitar 40-an set meja dan kursi agar semua siswa bisa belajar dengan nyaman,” ungkap Sutiyono, Senin, 21 Juli 2025.
Dikatakan, SD Negeri 02 Sengare memiliki total 138 siswa. Kondisi kurangnya mebel membuat proses belajar mengajar menjadi kurang optimal.
Baca juga:5 Hari Sekolah Tuai Pro Kontra di Kabupaten Pekalongan
Ia berharap agar bantuan mebel segera direalisasikan demi kenyamanan dan efektivitas pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, mengatakan, di tahun 2025, sebenarnya ada rencana pengadaan meja kursi di SDN 02 Sengare dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Tengah.
Namun, kata dia, setelah ada regulasi baru, banprov itu dibatalkan lantaran dialihkan untuk rencana pembangunan jalan Wiradesa-Paninggaran.
"Untuk kekurangan, untuk sementara ini ada mutasi mebel dari sekolah lain," kata dia.
Dikatakan, pihaknya akan segera melakukan pengadaan untuk meja kursi di SDN 02 Sengare di perubahan ini.
"Karena ini kondisi khusus, akan masuk di perubahan dan atas izin Bupati pada bulan September nanti selesai," kata dia.
Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan juga akan melakukan pendataan sarana prasarana di sekolah, baik fisik gedung, meja kursi, dan fasilitas lainnya. Sehingga ada data riil di tingkat sekolahan by nama by adress.
"Pendataan ini nantinya untuk program di 2026-2027," ujar dia.
Ditambahkan, selain adanya meja kursi yang rusak, kekurangan meja kursi di SDN 02 Sengare juga lantaran jumlah murid yang masuk ke sekolah ini cukup banyak. Sebab, sekolah ini berada di perbatasan Kabupaten Pekalongan dengan Batang sehingga ada pula murid dari Batang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
