iklan banner Honda atas

Kepala Desa Kambangan Blado Mundur, Akhiri Polemik Kasus Dugaan Selingkuh

Kepala Desa Kambangan Blado Mundur, Akhiri Polemik Kasus Dugaan Selingkuh

Perwakilan Inspektorat Kabupaten Batang bertemu dengan warga Desa Kambangan, Kecamatan Blado di Balai Desa setempat.-Screenshot -Istimewa

BATANG - Ketegangan berlarut di Desa Kambangan, Kecamatan Blado, Kabupaten BATANG, akhirnya berakhir. Pemicunya, pengunduran diri kepala desa setempat, Kamis 20 November 2025, menyusul kasus dugaan perselingkuhan yang sempat mengguncang komunitas warga.

Pengunduran diri tersebut diumumkan secara resmi oleh perwakilan Inspektorat Kabupaten Batang di Balai Desa Kambangan pada Kamis 20 November 2025. Ratusan warga yang telah memadati balai desa menyambut pengumuman itu dengan perasaan lega.

"Betul, pak lurah sudah menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Suratnya dibuat semalam di kantor inspektorat dan dibacakan pagi ini di balai desa," ujar Slamet, seorang warga Dukuh Kebonagung, saat dikonfirmasi.

Slamet mengungkapkan rasa syukur atas penyelesaian masalah ini. Menurutnya, tuntutan masyarakat agar sang kepala desa mundur akhirnya dikabulkan.

BACA JUGA:Lewat Inovasi Peta Digital

BACA JUGA:Maulana Yusuf Mundur, Rohmatun Mantan Anggota DPRD Batang Kembali Duduki Kursi Dewan via PAW

"Daripada menjadi masalah yang berkepanjangan dan mengganggu ketenangan warga, betul, lebih baik Pak Lurah mengundurkan diri. Suasana di desa kami sudah hampir sebulan ini tidak kondusif," imbuh Slamet.

Slamet pun menyampaikan harapannya ke depan. "Kami berharap, setelah ini, suasana desa bisa kembali kondusif seperti sedia kala. Kami juga berharap tidak ada lagi intimidasi dari pihak manapun terkait masalah yang telah terjadi," tuturnya.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan warga, gejolak di Desa Kambangan ini berawal sekitar sebulan yang lalu. Saat itu, sejumlah warga dikabarkan memergoki kepala desa yang berinisial S di dalam rumah seorang wanita pada tengah malam.

Kedatangan sang kepala desa di lokasi itu menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, wanita pemilik rumah tersebut diketahui memiliki suami yang saat itu masih bekerja di luar kota.

Peristiwa inilah yang kemudian memicu tuduhan perselingkuhan dan berujung pada ketidakpuasan serta aksi protes dari sebagian warga.

Tekanan dari masyarakat terus mengalir, mendesak sang kepala desa untuk bertanggung jawab dan mengundurkan diri. Proses administrasi pengunduran diri kemudian difasilitasi oleh Inspektorat Kabupaten Batang.

Dengan mundurnya sang kepala desa, diharapkan luka di tubuh masyarakat Desa Kambangan dapat segera sembuh. Stabilitas dan kondisi sosial yang sempat retak diharapkan pulih kembali, memungkinkan desa untuk bergerak maju meninggalkan konflik yang sempat mengganggu kedamaian warga.

Pemerintah kabupaten diperkirakan akan segera menunjuk pelaksana tugas (plt.) untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di Desa Kambangan hingga proses penggantian definitif dilakukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: