iklan banner Honda atas

Dishub Kabupaten Pekalongan Petajan Jalur Rawan Bencana

Dishub Kabupaten Pekalongan Petajan Jalur Rawan Bencana

--

RADARPEKALONGAN.CO.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan telah mengantisipasi lonjakan arus wisata libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satunya dengan pemetaan jalur rawan bencana, menyusul tingginya intensitas hujan belakangan ini.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Kabupaten Pekalongan Soesilo menyampaikan, pemetaan jalur rawan ini dilakukan melalui pantauan lapangan. Proses diperkuat dengan pemanfaatan aplikasi inaRISK BNPB serta hasil High Level Meeting (HLM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama para pemangku kepentingan terkait, beberapa waktu lalu.

Adapun perhatian utama diarahkan pada ruas jalan yang menjadi akses menuju Dieng. Sebab Kabupaten Pekalongan berada dalam jalur menuju destinasi wisata unggulan Jawa Tengah tersebut.

Soesilo merinci, ruas Wiradesa–Kajen rawan genangan air. Sementara ruas utama provinsi dari Kajen hingga Kaliboja berpotensi mengalami pohon tumbang, longsor, dan ambles. Jalur penghubung lain seperti Doro–Petungkriyono, Karanganyar–Lebakbarang, serta Kajen–Kandangserang juga diidentifikasi rawan longsor dan pohon tumbang.

Selain ancaman longsor, Dishub turut mewaspadai potensi luapan sungai yang berdampak pada ruas jalan di sekitarnya. Wilayah Karanganyar, Wonopringgo, Kedungwuni, Buaran, dan Tirto menjadi perhatian khusus. Beberapa ruas yang bersinggungan langsung dengan Sungai Sengkarang, seperti Kedung Patangewu, Kedungwuni, dan Kranji, dinilai memiliki risiko banjir.

"Masyarakat termasuk pengguna jalan perlu waspada, pemetaan ini diharapkan memberi gambaran agar lebih hati-hati dan memperhitungkan risiko ketika akan melakukan perjalanan," ujarnya.

Untuk itu Dishub telah menyediakan rambu-rambu dan spanduk informasi jalur rawan bencana. Selain itu juga telah menyiapkan skema pengalihan arus bila terjadi kondisi darurat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: