iklan banner Honda atas

Forum Konsultasi Publik RSUD Kajen Soroti Keterbatasan Bed Rawat Inap

Forum Konsultasi Publik RSUD Kajen Soroti Keterbatasan Bed Rawat Inap

Direktur RSUD Kajen, dr Imam Prasetyo.-Hadi Waluyo-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.IDForum Konsultasi Publik yang digelar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen Kabupaten Pekalongan menyoroti sejumlah persoalan layanan kesehatan. 

Salah satunya keterbatasan tempat tidur (bed) rawat inap yang berdampak pada antrean pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Direktur RSUD Kajen, Imam Prasetyo, mengungkapkan, keterbatasan kapasitas bed masih menjadi tantangan utama dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan.

"Berdasarkan perbandingan antara jumlah penduduk dan kapasitas layanan rumah sakit yang tersedia, Kabupaten Pekalongan diperkirakan masih kekurangan sekitar 600-an bed rawat inap," kata Imam Prasetyo, dalam forum tersebut, baru-baru ini.

Baca juga:Eks Banner RSUD Kajen Bawa Kabupaten Pekalongan Raih 10 Besar IDEA Jateng 2025

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan harus menunggu hingga ketersediaan kamar memungkinkan pemindahan dari IGD ke ruang rawat inap.

"Adanya keterbatasan ini kadang membuat pasien di IGD bisa antre satu hingga dua hari untuk mendapatkan bed," ujarnya.

Meski demikian, Imam menegaskan RSUD Kajen tetap berkomitmen memberikan pelayanan medis kepada seluruh pasien tanpa membedakan sistem pembayaran.

"Kami tidak pernah menolak pasien dengan alasan apapun. Seluruh pasien tetap mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur dan tingkat kegawatdaruratannya," tegasnya.

Forum Konsultasi Publik yang dilaksanakan pada 22 Desember 2025 ini diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan, Dewan Pengawas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), media, organisasi profesi, serta pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini menjadi ruang dialog dua arah antara manajemen rumah sakit dan masyarakat.

Menurut Imam, berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut menjadi bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan ke depan, termasuk upaya penambahan kapasitas bed dan penguatan sistem rujukan.

"Ini adalah tantangan sistemik yang memerlukan upaya jangka menengah dan panjang, seperti penambahan kapasitas bed dan pemerataan fasilitas kesehatan di Kabupaten Pekalongan," katanya.

Ia berharap, melalui forum konsultasi publik, pelayanan kesehatan di RSUD Kajen dapat terus ditingkatkan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit semakin baik.

"Kami akan terus berusaha memberikan layanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: