iklan banner Honda atas

Libatkan Pelajar SMP dan SMA, Nusantara Futsal Competition Bakal Digelar di Kota Pekalongan

Libatkan Pelajar SMP dan SMA, Nusantara Futsal Competition Bakal Digelar di Kota Pekalongan

Setelah sukses menggelar turnamen basket di Kabupaten Batang, kini giliran Nusantara Futsal Competition Bakal Digelar di Kota Pekalongan.-Istimewa -

PEKALONGAN — Kota PEKALONGAN akan menjadi tuan rumah turnamen futsal pelajar bertajuk Nusantara futsal Competition pada 5-8 Februari 2026. Ajang ini tidak sekadar mengukur prestasi olahraga, tetapi juga dirancang untuk memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya lokal, khususnya batik PEKALONGAN.

Ketua Pelaksana, Mullah Fayyadh AlfarouQ, menjelaskan bahwa futsal telah menjadi olahraga yang sangat populer di kalangan pelajar SMP dan SMA. Sayangnya, menurutnya, belum banyak kompetisi yang secara terpadu menyelaraskan dinamika olahraga dengan upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.

“Olahraga, jika dikemas dengan tepat, dapat menjadi sarana ampuh untuk menumbuhkan kecintaan pada budaya sekaligus membina karakter pelajar yang berprestasi dan berintegritas,” ujar Mullah dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin 12 Januari 2026.

Konsep tersebut akan diwujudkan dengan mengangkat Batik Pekalongan sebagai identitas utama penyelenggaraan turnamen semi-profesional ini. Kompetisi ini diperuntukkan bagi tim futsal putra dari tingkat SMP dan SMA/sederajat.

BACA JUGA:SMK Islam Nusantara Juara 2 Nasional Turnamen Futsal Pelajar Piala by.U 2025

BACA JUGA:Bupati Batang Buka Nusantara Basketball Competition, Dorong Pembentukan Karakter dan Sportivitas Pelajar

Sebanyak 32 kesebelasan akan turun ke lapangan, terbagi merata dalam dua kategori, yaitu 16 tim SMP dan 16 tim SMA. Setiap regu diperkenankan mendaftarkan maksimal 15 orang yang mencakup pemain, pelatih, dan ofisial. Seluruh pertandingan akan menggunakan sistem gugur dengan durasi sekitar satu jam per pertandingan.

Mullah menambahkan, format tersebut sengaja dipilih agar peserta merasakan pengalaman bertanding yang kompetitif, namun tetap terukur dan edukatif. Di sisi lain, diharapkan para atlet pelajar dapat semakin mengenal dan menghargai batik sebagai bagian dari identitas kebanggaan daerah.

Tema “Bangga Berbudaya, Junjung Tinggi Sportivitas” diusung untuk menegaskan komitmen panitia. Aspek sportivitas, disiplin, kerjasama tim, dan fair play akan menjadi penilaian utama, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.

Unsur batik akan menyatu dalam berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari desain seragam, dekorasi venue, hingga materi promosi. Hal ini dimaksudkan agar setiap tim tidak hanya membawa nama sekolah, melainkan juga menjadi duta budaya daerahnya.

“Kami berharap sikap dan penampilan seluruh peserta mampu merefleksikan kebanggaan akan batik dan jati diri Nusantara,” tegas Mullah.

Ajang ini telah mendapatkan rekomendasi resmi dari Asosiasi Futsal Kota Pekalongan serta Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) setempat. Dukungan ini memberikan legitimasi atas koordinasi yang baik dengan pemangku kepentingan di bidang olahraga daerah.

Selain sebagai wadah kompetisi, event ini juga bertujuan memupuk komunitas futsal pelajar, menjalin silaturahmi antarsekolah, serta diharapkan dapat menjadi agenda tahunan pembinaan atlet muda.

Dengan sistem pertandingan yang terstruktur, panitia berharap kualitas even olahraga lokal dapat terdongkrak, sekaligus memberikan pengalaman berkompetisi yang profesional bagi atlet pelajar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait