Rapat Gabungan Penanggulangan Bencana Fokuskan Respons Cepat dan Terpadu
--
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar rapat gabungan terkait upaya penanggulangan bencana.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan dan difokuskan pada penguatan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana di berbagai wilayah rawan.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan H. Abdul Munir, M.M., didampingi Wakil Ketua DPRD H. Sumar Rosul, S.IP., M.A. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Sosial Supriyatno, S.Sos., M.A., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Edy Herijanto, S.Sos., M.A.P., perwakilan Dinas Perhubungan, perwakilan Polres Pekalongan, serta para camat dari kecamatan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi seperti Petungkriyono, Lebakbarang, Kandangserang, Wonokerto, dan Siwalan.
Dalam forum tersebut, peserta rapat membahas berbagai aspek kesiapan menghadapi bencana, mulai dari ketersediaan dan kesiapsiagaan personel, mekanisme koordinasi lintas sektor, hingga strategi penanganan darurat yang harus dijalankan secara terpadu. Pembahasan ini menjadi krusial mengingat kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu terjadinya bencana alam di Kabupaten Pekalongan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa dukungan dari berbagai instansi sangat membantu operasional BPBD di lapangan. Ia menjelaskan bahwa BPBD saat ini didukung oleh 13 personel satuan tugas yang dibagi ke dalam tiga regu dan bertugas penuh selama 24 jam dengan sistem tiga shift.
“Personel kami siaga sepanjang waktu. Dukungan lintas sektor sangat berarti untuk memperkuat respons cepat ketika terjadi bencana,” ujarnya.
Melalui rapat gabungan ini, DPRD Kabupaten Pekalongan menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antarperangkat daerah dan unsur terkait. Sinergi yang solid diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan bencana, sehingga risiko serta dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
