LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan Bekali 105 Guru MI dengan Pelatihan Coding dan AI
--
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Upaya memperkuat kesiapan madrasah menghadapi perubahan kurikulum terus dilakukan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan.
Melalui Bidang Madrasah Ibtidaiyah (MI), LP Ma’arif NU menggelar pelatihan Coding dan Artificial Intelligence (AI) selama dua hari yang diikuti 105 guru MI. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Makan Kulu Asri, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
Pelatihan tersebut menjadi langkah responsif terhadap kebijakan terbaru Kementerian Agama, yakni terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Implementasi Kurikulum Madrasah. Dalam regulasi itu, mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) ditetapkan sebagai mata pelajaran pilihan bagi siswa kelas V dan VI jenjang MI/SD.
Ketua Panitia Pelatihan, Herru Susanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk penguatan kapasitas guru agar mampu menerapkan kebijakan baru secara optimal. Menurutnya, penguasaan dasar koding dan AI menjadi bekal penting bagi guru MI dalam mengawal transformasi pembelajaran di madrasah.
“Kami ingin memastikan guru MI tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga siap secara praktis dalam mengimplementasikannya di kelas,” ungkapnya.
Untuk menjaga efektivitas pembelajaran, peserta dibagi ke dalam dua gelombang. Selama pelatihan, para guru mendapatkan pengenalan konsep dasar koding serta pemanfaatan AI dalam proses belajar mengajar. Materi teknis disampaikan oleh Muhammad Fahmi Latif, S.Kom., guru SMAN Kedungwuni, yang memaparkan pendekatan praktis dan aplikatif sesuai kebutuhan madrasah.
Selain itu, pelatihan ini juga diisi dengan pemaparan kebijakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Dr. Drs. H. Ahmad Farid, M.S.I. Ia menekankan pentingnya kesiapan satuan pendidikan dalam merespons perubahan regulasi. Menurutnya, KMA 1503 Tahun 2025 menegaskan arah pembelajaran madrasah yang mengedepankan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta Kurikulum Berbasis Cinta.
“Madrasah harus bergerak cepat menyesuaikan diri agar pembelajaran semakin relevan dan bermakna,” ujarnya.
Ahmad Farid juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif LP Ma’arif NU yang dinilai sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Ia menilai pelatihan tersebut sebagai contoh kolaborasi positif antara pemerintah dan organisasi pendidikan.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Daenuri, M.Pd.I., menegaskan bahwa penguasaan teknologi, termasuk AI, sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi guru. Ia menilai guru harus berada di garda terdepan dalam literasi teknologi sebelum mengenalkannya kepada peserta didik.
“Perkembangan dunia pendidikan sangat cepat. Guru madrasah harus adaptif agar tidak tertinggal,” katanya.
Daenuri menambahkan, pembelajaran AI tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter siswa, seperti kemandirian, kreativitas, serta kemampuan berpikir logis dan sistematis. Ia menegaskan bahwa teknologi hanyalah sarana, sementara peran pendidik tetap menjadi kunci utama keberhasilan pembelajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Daenuri juga mengingatkan pentingnya filosofi “3P” bagi madrasah, yakni penampilan, pelayanan, dan prestasi. Menurutnya, lingkungan madrasah yang tertata baik, layanan pendidikan yang prima, serta capaian prestasi yang membanggakan akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.
Pembukaan pelatihan ini dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan pendidikan, antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kabupaten Pekalongan H. Moh. Irkham, S.Ag., M.Pd.I., para pengawas MI, serta jajaran pengurus Bidang MI LP Ma’arif NU.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
