Rakor Perdana 2026, Pokja Bunda PAUD Kota Pekalongan Mantapkan Program dan Bidik Prestasi Nasional
RAKOR - Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya memimpin Rakor PAUD di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan.-ISTIMEWA-
RADARPEKALONGAN.CO.ID,PEKALONGAN – Tim Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Pekalongan mengawali agenda tahun 2026 dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) perdana yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengevaluasi program kerja tahun sebelumnya sekaligus merumuskan strategi baru guna meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD).
Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menegaskan bahwa rakor tersebut tidak sekadar agenda rutin, melainkan forum refleksi dan penyegaran bagi seluruh jajaran pengurus Pokja.
“Alhamdulillah ini menjadi kegiatan pertama kita di tahun 2026. Kami melakukan evaluasi terhadap program yang sudah berjalan, termasuk yang belum maksimal, agar dapat diperbaiki bersama. Rakor ini juga menjadi sarana koordinasi untuk menghadapi kendala sekaligus melahirkan program-program baru yang lebih inovatif,” ujar Inggit.
Sejumlah program prioritas tetap menjadi fokus Pokja Bunda PAUD Kota Pekalongan, di antaranya wajib belajar 13 tahun, transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, serta program pendukung di bidang kesehatan seperti layanan posyandu. Pada tahun ini, Pokja juga meluncurkan program baru Jarring AUD yang terintegrasi dengan posyandu guna menyelaraskan layanan pendidikan dan kesehatan anak usia dini agar lebih terarah.
Inggit juga mengungkapkan rasa syukur atas berbagai prestasi yang telah diraih Bunda PAUD Kota Pekalongan, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan bagi kita semua. Capaian ini adalah hasil kerja tim yang solid dan kompak. Semoga ke depan dapat menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Pekalongan, Sherly Imandha, menekankan pentingnya peningkatan kualitas serta perluasan cakupan program yang telah berjalan. Ia menyebutkan sejumlah program yang perlu diperkuat, seperti Jarring AUD dan Kampung Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk perlunya penyesuaian regulasi terkait Peraturan Wali Kota (Perwal) Wajib Belajar 13 Tahun.
“Ada beberapa hal yang perlu direvisi, termasuk penambahan wajib belajar satu tahun pra-SD serta penguatan regulasi PAUD Holistik Integratif (HI) yang kini berkembang menjadi 13 indikator. Harapannya, dengan program-program baru ini, angka partisipasi kasar (APK) PAUD di Kota Pekalongan dapat meningkat secara bertahap,” jelas Sherly.
Ia menambahkan, tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk memperluas akses dan pemerataan pendidikan anak usia dini di Kota Pekalongan. Dengan dukungan program Jarring AUD, pihaknya optimistis capaian PAUD akan semakin meningkat.
Rapat koordinasi ini sekaligus menegaskan komitmen Pokja Bunda PAUD Kota Pekalongan untuk terus memperkuat sinergi, melakukan perbaikan berkelanjutan, serta menghadirkan inovasi program demi terwujudnya layanan PAUD yang berkualitas dan berdaya saing, baik di tingkat daerah maupun nasional. (dur)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
