Klaim Ekonomi Lesu Dibantah Bupati Batang, Data Tunjukan Belanja Masyarakat Naik
Bupati Batang Faiz Kurniawan membantah pertumbuhan ekonomi di daerahnya lesu, karena data menunjukkan jika belanja masyarakat meningkat.-Istimewa -
BATANG - Klaim pelambatan ekonomi di Kabupaten BATANG ditepis tegas oleh Bupati M. Faiz Kurniawan. Penolakan ini muncul menanggapi keluhan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang merasa pasar sepi di tengah operasi penertiban ruang publik.
Dalam keterangannya di Aula Bupati, Rabu (14/1), Faiz justru menyebut pertumbuhan jumlah PKL sebagai indikator ekonomi yang bergerak.
"Anggapan bahwa daya beli turun tidak tepat. Logika sederhananya, kalau ekonomi benar-benar lesu, PKL akan berkurang, bukan malah bertambah," ujarnya.
Faiz merujuk pada data statistik resmi yang mengonfirmasi optimisme tersebut. Pengeluaran per kapita masyarakat Batang pada 2025 tercatat Rp11,424 juta, mengalami kenaikan dari angka Rp10,919 juta di tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Bupati Batang Tegur Kepala OPD Absen di Rapat RKPD 2027:
BACA JUGA:DPRD Batang Minta Aspirasi Masyarakat Jadi Ruh RKPD 2027, Musrenbang Jangan Hanya Formalitas
"Mustahil konsumsi masyarakat meningkat jika tidak ada uang atau pekerjaan. Ini tidak rasional," tegas Faiz, menambahkan logika dalam bahasa Jawa, "'Belanja meningkat kalau tidak punya uang, itu masuk akal atau tidak? Tidak.'"
Peningkatan belanja ini, menurutnya, merupakan efek domino dari serapan tenaga kerja di sektor industri yang tumbuh. Investasi di Batang juga dilaporkan melonjak lebih dari 30 persen sepanjang tahun lalu.
Meski mendukung UMKM, Pemerintah Kabupaten Batang tetap menjadikan ketertiban fasilitas umum dan sosial sebagai prioritas. Hal ini terlihat dalam operasi penertiban PKL yang berjualan di trotoar dan area publik lainnya.
Beberapa pedagang di sekitar Alun-alun Batang sempat mengeluh saat diminta relokasi, dengan alasan kondisi ekonomi yang sulit.
Namun, pemerintah daerah bersikukuh bahwa penataan dilakukan agar fungsi kota tetap optimal, sambil menegaskan bahwa fundamental ekonomi daerah dalam kondisi sehat berdasarkan data yang ada.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
