iklan banner Honda atas

Bikin Nostalgia, UMKM Center Pekalongan Hidupkan Kembali Kuliner Tempo Dulu

Bikin Nostalgia, UMKM Center Pekalongan Hidupkan Kembali Kuliner Tempo Dulu

Seorang pedagang --Dok-Instagram/oghelzulvianto

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID- Selama ini, Pekalongan dikenal sebagai Kota Batik, tetapi belakangan ini, perkembangan sektor kuliner dalam ekonomi kreatif semakin mencolok. Hadirnya UMKM Center Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu contoh jelas bahwa usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa menciptakan inovasi sekaligus mempertahankan tradisi.

Dengan mengusung konsep kuliner ala masa lalu, UMKM Center kini menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang ingin merasakan kembali cita rasa khas dari zaman dahulu.

UMKM Center yang berlokasi di area Kajen dahulunya merupakan struktur tak terpakai yang tidak berfungsi. Pemerintah setempat kemudian melaksanakan revitalisasi dengan melibatkan pelaku UMKM lokal, terutama di sektor kuliner tradisional. Kini, tempat ini telah bertransformasi menjadi pusat kuliner klasik yang ramai dikunjungi setiap akhir pekan.

Setiap Jumat dan Minggu, banyak pedagang UMKM membuka kios dengan menyajikan makanan khas zaman dahulu. Beragam hidangan seperti jenang, kue basah tradisional, nasi megono, serta minuman herbal semua disajikan dalam suasana klasik yang mengajak pengunjung untuk bernostalgia. Keberadaan UMKM Center tidak hanya menghidupkan kembali bangunan yang terlantar, tetapi juga menciptakan kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat di sekitarnya.

Pekalongan menawarkan berbagai hidangan unik yang sulit ditemui di tempat lain. Salah satu yang terkenal adalah Soto Tauto, soto yang dipadukan dengan tauco yang memberikan rasa savory dengan sentuhan pedas. Makanan ini telah menjadi simbol kuliner Pekalongan dan banyak dijual oleh para pelaku UMKM setempat.

Di samping itu, terdapat Sego Megono, yaitu nasi dengan irisan nangka muda yang dibumbui secara khusus. Makanan sederhana ini menjadi pilihan rakyat yang terjangkau namun kaya akan cita rasa. Di UMKM Center, sego megono disajikan bersama berbagai pelengkap seperti ikan asin, tempe mendoan, dan sambal khas Pekalongan.

Tak kalah menarik, hidangan laut juga menjadi primadona. Sebagai kota yang terletak di pesisir, Pekalongan terkenal karena berbagai olahan kepiting, ikan bakar, dan pindang. Pelaku UMKM di daerah pesisir memanfaatkan hasil laut yang segar untuk menyajikan menu yang menggugah selera sambil menguatkan identitas kuliner lokal.

Kehadiran Pusat UMKM memberikan efek yang menguntungkan bagi ekonomi setempat. Para pedagang yang sebelumnya hanya berjualan di pasar tradisional kini memiliki platform yang lebih terstruktur serta strategis. Penghasilan mereka meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pengunjung yang datang.

Pusat UMKM juga berkontribusi pada pelestarian tradisi kuliner. Beragam makanan tradisional yang nyaris punah kini kembali mendapatkan perhatian berkat keberadaan tempat kuliner ini. Generasi muda, yang sebelumnya lebih akrab dengan hidangan modern, kini dapat mengenal dan menikmati masakan khas dari daerah mereka sendiri.

Dalam aspek sosial, Pusat UMKM menciptakan ruang baru bagi interaksi masyarakat. Setiap akhir pekan, penduduk setempat berkumpul untuk menikmati makanan dan berinteraksi dalam suasana yang akrab. Hal ini memperkuat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas lokal.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) secara aktif memberikan pelatihan, bimbingan, serta akses terhadap modal untuk para pelaku UMKM. Dukungan ini sangat penting agar UMKM tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan berkompetisi di era digital.

Di masa mendatang, diharapkan Pusat UMKM akan menjadi lebih dari sekadar pusat kuliner lokal; ia juga bisa menjadi tujuan wisata kuliner yang menarik pengunjung dari luar daerah. Dengan citra yang kuat sebagai Kota Batik sekaligus Kota Kuliner Tradisional, Pekalongan memiliki potensi untuk memperluas jangkauan pasarnya dan meningkatkan daya tarik pariwisata.

UMKM Center Pekalongan adalah contoh konkret bagaimana usaha skala kecil dan menengah bisa berperan penting dalam perekonomian sekaligus menjaga warisan budaya. Dengan meremajakan masakan tradisional, UMKM tidak sekadar menawarkan makanan, tetapi juga memberikan pengalaman budaya yang sejati.

Di tengah perkembangan zaman yang cepat, keberadaan UMKM Center mengingatkan kita bahwa tradisi dapat bersinergi dengan inovasi. Pekalongan saat ini tidak hanya dikenal sebagai Kota Batik, tetapi juga sebagai daerah yang menjaga keaslian rasa kuliner uniknya berkat kreativitas dan daya saing UMKM yang ada. (nov/saf) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait