JMSI Batang–Pekalongan Perkuat Profesionalisme Media, Dorong Kolaborasi dengan KEK Industropolis
RAKOR - JMSI Batang Pekalongan saat menggelar rakor di KITB Batang.-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-
BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Batang–Pekalongan menegaskan komitmennya untuk memperkuat media siber yang profesional, beretika, dan berdaya saing melalui konsolidasi program kerja serta perluasan kolaborasi lintas sektor, salah satunya dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Ketua JMSI Batang–Pekalongan Ahmad Ujianto menyampaikan, JMSI sebagai lembaga konstituen Dewan Pers memiliki tanggung jawab strategis menjaga kualitas jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tidak terverifikasi.
“Penguatan media siber yang profesional dan beretika menjadi fokus utama kami. Keakuratan, etika jurnalistik, dan keberpihakan pada fakta adalah fondasi agar media tetap dipercaya publik,” ujar Ujianto dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Program Kerja 2025 dan Penyusunan Program Kerja 2026 di kawasan KEK Industropolis Batang, Selasa (20/1/2026).
Ia menilai, profesionalisme media menjadi kebutuhan mendesak agar media siber mampu bersaing secara sehat dengan media sosial. Media arus utama, kata dia, harus hadir sebagai rujukan informasi yang valid dan bertanggung jawab.
Selain itu, JMSI Batang–Pekalongan juga melakukan sinkronisasi dan konsolidasi program kerja untuk periode 2026–2027. Sejumlah program unggulan akan terus diperkuat, mulai dari pengembangan bisnis media, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga literasi media melalui program JMSI Goes to School.
“Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus berinovasi dan menjadi mitra pembangunan daerah, baik bagi pemerintah maupun sektor swasta,” tambahnya.
Ujianto juga mengapresiasi dukungan KEK Industropolis Batang yang telah memfasilitasi kegiatan JMSI dan berharap sinergi ke depan dapat terus diperkuat.
Sementara itu, Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy, menyatakan pihaknya terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi dengan JMSI maupun komunitas lainnya. KEK Industropolis, menurutnya, memiliki fasilitas lengkap yang dapat dimanfaatkan bersama.
“Kami terbuka untuk apa pun. Ada amfiteater, helipad, taman, plaza, masjid, hingga rumah susun. Silakan dimanfaatkan, feel free, sama-sama kita eksplorasi,” ujarnya.
Tanya juga memastikan sejumlah agenda besar tetap berjalan, termasuk konser Guyon Waton yang dijadwalkan pada 6 Februari 2026, dengan jumlah pendaftar mencapai sekitar 7.000 orang hingga Desember 2025.
Dari sisi investasi, KEK Industropolis Batang saat ini menampung 85 tenant, terdiri dari 39 tenant industri dan 28 tenant komersial. Total realisasi investasi telah mencapai Rp23 triliun, dengan pengembangan lahan industri seluas 442 hektare dari total kawasan 990 hektare.
Jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 9.188 orang, ditambah sekitar 7.011 pekerja tidak langsung. Pada 2026, KEK Industropolis menargetkan masuknya investasi baru di lahan seluas 100 hektare.
Kolaborasi antara JMSI dan KEK Industropolis Batang diharapkan mampu memperkuat ekosistem media yang profesional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Nov)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
