Rebana Time! Begini Cara WBP Lapas Pekalongan Isi Waktu dengan Hal Positif
WBP Lapas Kelas IIA Pekalongan mengisi waktu pembinaan dengan latihan rebana bersama Kemenag Kota Pekalongan, Kamis, 22 Januari 2026.-Istimewa-
PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan pada Kamis pagi, 22 Januari 2026. Di tengah rutinitas pembinaan, terdengar alunan musik rebana yang syahdu sebagai bagian dari program pembinaan Kepribadian Kesenian Islam bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini merupakan hasil sinergi berkelanjutan antara Lapas Pekalongan dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan dalam upaya memberikan pembekalan mental dan spiritual yang lebih berwarna bagi warga binaan.
Sebanyak 24 warga binaan yang tergabung dalam tim kesenian tampak antusias mengikuti latihan rebana yang dipimpin langsung oleh Ustaz Lukman Hakim dari Kemenag Kota Pekalongan.
Dalam sesi ini, para warga binaan tidak hanya diajarkan teknik dasar menabuh rebana dan menyelaraskan nada, tetapi juga dibimbing untuk menghayati setiap bait selawat yang dilantunkan.
Kesenian rebana dipilih karena selain sebagai wadah kreativitas, juga menjadi sarana dakwah yang efektif untuk meningkatkan keimanan serta menanamkan nilai-nilai Islami di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan pembinaan kesenian ini berjalan dengan tertib dan penuh kekeluargaan. Melalui alunan musik Islami tersebut, warga binaan diajak untuk menyalurkan energi positif, melatih kekompakan, serta menumbuhkan ketenangan batin.
BACA JUGA:Perkuat Pembinaan Rohani, Lapas Pekalongan Gelar Taklim Siang bersama Kemenag Kota Pekalongan
BACA JUGA:Wujudkan 15 Program Aksi Menteri, Lapas Pekalongan Warnai Panen Raya Serentak se-Indonesia
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan pendampingan petugas Lapas Kelas IIA Pekalongan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso, menyampaikan bahwa pembinaan melalui seni rebana memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian warga binaan.
“Kegiatan rebana ini bukan sekadar latihan seni, tetapi juga sarana pembinaan mental dan spiritual. Kami ingin warga binaan memiliki kegiatan positif yang mampu menumbuhkan kedisiplinan, kebersamaan, serta mendekatkan diri kepada nilai-nilai keagamaan,” ujar Teguh.
Ia berharap, melalui pembinaan kesenian Islami ini, warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan lebih produktif serta memiliki bekal sikap dan perilaku yang lebih baik untuk kehidupan bermasyarakat ke depannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
