Tanah Ambles di Krompeng Pekalongan, 2 Rumah Retak Parah, 17 Jiwa Dievakuasi
Polisi pasang garis polisi di jalan menuju ke tanah ambles di Desa Krompeng, Talun, agar warga tak mendekat, Jumat siang, 23 Januari 2026.-Hadi Waluyo-
KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu tanah ambles di Dukuh Krompeng Krajan, Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Jumat siang, 23 Januari 2026.
Akibat kejadian tersebut, dua unit rumah warga mengalami keretakan serius dan empat kepala keluarga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Tak hanya penghuni di dua rumah itu, penghuni beberapa rumah lainnya yang dinilai berada di titik berbahaya juga ikut dievakuasi. Sehingga total ada 17 jiwa yang dievakuasi.
Peristiwa tanah ambles terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, tepat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Lokasi kejadian berada di RT 001 RW 002. Tanah yang ambles dekat tebing Sungai Kupang setinggi kurang lebih 10 meter, dan jarak rumah warga ke bibir tebing sekitar 20 meter.
Baca juga:Detik-Detik Mencekam! Tanah dan Pepohonan Ambles ke Sungai Kupang, Warga Krompeng Panik
Kapolsek Talun Iptu Heru Santoso mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Begitu menerima informasi, anggota kami langsung mendatangi lokasi kejadian. Hasil pengecekan, terdapat dua rumah warga yang terdampak cukup parah dengan kondisi tanah dan bangunan mengalami retakan," ujar dia.
Dua rumah yang terdampak diketahui milik perangkat desa Talun Yasin (53) dan Rofik (54). Tembok rumah Yasin retak sekitar 5 sentimeter. Sementara halaman rumah mengalami retakan memanjang hingga 20 meter.
Sedangkan rumah Rofik, retakan terjadi di bagian halaman dengan panjang total mencapai 50 meter.
"Untuk sementara rumah tidak bisa ditempati karena dikhawatirkan retakan bisa bertambah. Kami sudah melakukan evakuasi terhadap empat KK, dengan total 17 jiwa ke rumah saudara masing-masing," jelas Iptu Heru.
Salah satu warga setempat, Indra Budi, yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku amblesan tanah terjadi cukup mengkhawatirkan.
"Waktu hujan deras itu, tanah tiba-tiba retak dan ambles. Untungnya tebingnya nggak langsung longsor ke sungai karena masih ada bronjong penahan. Kalau nggak ada bronjong itu, mungkin sudah habis terbawa arus," kata Indra.
Kapolsek Talun menambahkan, di lokasi kejadian saat ini sudah dipasang police line untuk mengantisipasi warga mendekat, mengingat cuaca masih hujan dan berpotensi terjadi pergerakan tanah susulan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
