Tebing Jembatan Penghubung Desa Wonotunggal - Kemligi Longsor, Warga Terpaksa Memutar 9 Km
Tebing jembatan yang menghubungkan Desa Wonotunggal dan Kemligi mengalami longsor sedalam 6 meter.-Screenshot -Istimewa
BATANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten BATANG sejak dini hari berujung pada putusnya akses transportasi vital. Sebuah jembatan penghubung di Desa Wonotunggal mengalami kerusakan struktural setelah tebing tergerus oleh derasnya aliran Sungai Lojahan.
Insiden yang terjadi pada Selasa 27 Januari 2026 pagi itu membuat ruas jalan penghubung Desa Wonotunggal menuju Desa Kemligi dan Sendang terputus total. Pihak berwenang segera menutup akses ke lokasi guna mengantisipasi risiko kecelakaan.
Camat Wonotunggal, Kukuh Tri Laksana, mengkonfirmasi bahwa kerusakan disebabkan oleh luapan air sungai akibat cuaca ekstrem. "Tebing jembatan tergerus debit air yang sangat tinggi pasca hujan deras," jelas Kukuh saat dikonfirmasi di sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan, Selasa 27 Januari 2026.
Menurutnya, tim dari Kecamatan telah diterjunkan ke lokasi untuk pengamanan awal. Ironisnya, laporan kerusakan justru diterima saat para pejabat tengah menggelar forum perencanaan pembangunan tersebut.
BACA JUGA:Ratusan Hektar Sawah di Kecamatan Kandeman Batang Puso Terendam Banjir
Dampak Langsung: Arus Logistik Terhambat, Warga Direpotkan
Kerusakan jembatan yang mampu dilintasi kendaraan roda empat ini langsung berdampak pada mobilitas harian. Warga yang biasa melintas kini harus mengambil jalur alternatif yang memutar sejauh 8-9 kilometer melalui Desa Sendang.
"Tidak bisa lewat, harus memutar jauh. Ini tentu mengganggu aktivitas warga, terutama yang berurusan dengan pekerjaan dan pengiriman barang," ujar Kukuh.
Pernah Terjadi di Lokasi Lain, Forkopimcam Turun Langsung
Camat mengungkapkan, kejadian serupa sebelumnya pernah melanda akses jalan di Desa Kedungmalang yang menuju Gringsing Sari. Pasca berakhirnya Musrenbang, Camat beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcad) dijadwalkan langsung meninjau lokasi untuk mengevaluasi kerusakan dan menyusun langkah darurat.
"Kondisi tebing yang longsor tersebut akan kita masukkan dalam Musrenbang ini, agar penanganan lebih lanjut bisa dimasukan pada anggaran tahun depan," tutup Kukuh.
Pemantauan intensif juga diperintahkan terhadap pergerakan tanah di sekitar jembatan untuk mengantisipasi longsor susulan. Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat insiden tersebut.
Pemerintah setempat masih mengkaji solusi permanen untuk mengembalikan konektivitas antar-desa yang terputus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
