iklan banner Honda atas

Bupati Batang Perintahkan Pengerjaan Darurat Tebing Jembatan Kritis yang Hampir Putus

Bupati Batang Perintahkan Pengerjaan Darurat Tebing Jembatan Kritis yang Hampir Putus

Bupati Batang Faiz Kurniawan melakukan pengecekan tebing dan pondasi jembatan Kemligi yanh ambrol, dan perintahkan penanganan darurat.-Dony Widyo -

BATANG — Pemerintah Kabupaten BATANG melakukan penanganan darurat pada Jembatan Kemligi yang kritis setelah tebing dan pondasinya tergerus luapan Sungai Lojahan, Rabu (28/1/2026). Kerusakan ini memaksa warga setempat menempuh jalur memutar sejauh 9 kilometer untuk aktivitas harian.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan langkah antisipasi segera diambil. Kerusakan terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Selasa (27/1/2026) siang, yang menyebabkan debit sungai meningkat drastis dan menggerus fondasi jembatan penghubung Desa Wonotunggal dengan Desa Kemligi dan Sendang tersebut.

“Saya sudah perintahkan untuk segera memasang bronjong (anyaman kawat berisi batu) dan mengisinya dengan batu kali agar penggerusan tidak meluas. Ini langkah kritis untuk mencegah jembatan ambruk total sekaligus mempermudah perbaikan permanen nantinya,” tegas Faiz di lokasi kejadian.

Ia menekankan, penanganan cepat ini penting untuk mengantisipasi potensi putusnya akses yang akan memberatkan proses rehabilitasi. Meskipun jembatan tersebut merupakan aset desa,

BACA JUGA:Longsor di Desa Pranten Rusak Belasan Rumah, Bupati Batang Siapkan Relokasi Warga

BACA JUGA:Tebing Jembatan Penghubung Desa Wonotunggal - Kemligi Longsor, Warga Terpaksa Memutar 9 Km

Pemerintah Kabupaten berkomitmen memberikan dukungan pendanaan melalui Bantuan Keuangan Desa (Bankudes) untuk meringankan beban pemerintah desa.

Dampak Langsung: Akses Roda Empat Lumpuh Total

Camat Wonotunggal, Kukuh Tri Laksana, menyatakan akses untuk kendaraan roda empat di titik jembatan kini terputus sama sekali. Warga yang biasa melintas terpaksa mengambil jalur alternatif melalui Sendang dengan tambahan jarak tempuh 8 hingga 9 kilometer.

“Jalan yang ditempuh menjadi sangat berputar dan memakan waktu lebih lama. Kondisi seperti ini bukan pertama kalinya; sebelumnya akses menuju Desa Kedungmalang juga sempat terancam dengan cara serupa,” ujar Kukuh.

Ia menambahkan, persoalan kerentanan infrastruktur terhadap banjir dan luapan sungai ini telah menjadi bahasan prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

Bupati Faiz menyatakan penanganan tahap awal ditargetkan dapat menyelesaikan separuh pekerjaan darurat. Langkah strategis jangka panjang, termasuk evaluasi desain infrastruktur di daerah rawan erosi, akan segera dirumuskan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait