iklan banner Honda atas

4 Mobile Pump Dikerahkan, Pemkab Pekalongan Intensifkan Penanganan Banjir

4 Mobile Pump Dikerahkan, Pemkab Pekalongan Intensifkan Penanganan Banjir

--

RADARPEKALONGAN.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Pekalongan bergerak cepat dalam merespons bencana banjir yang masih melanda sejumlah wilayah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mendatangkan empat unit pompa air bergerak (mobile pump) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna mempercepat pengurangan genangan.

Upaya tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, yang mewakili Bupati Pekalongan usai menghadiri pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu 28 Januari 2026.

Sekda menjelaskan, empat mobile pump yang saat ini telah berada di Kabupaten Pekalongan ditempatkan di sejumlah titik rawan banjir. Beberapa lokasi yang menjadi prioritas penanganan di antaranya Desa Mulyorejo, Karangjompo, Tegaldowo, serta titik-titik lain yang terdampak cukup parah. Sementara itu, kebutuhan bahan bakar untuk operasional pompa ditanggung oleh Pemkab Pekalongan.

“Kami berharap dengan pengoperasian mobile pump ini, genangan air bisa segera berkurang dan aktivitas masyarakat perlahan dapat kembali normal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yulian Akbar menegaskan bahwa Kabupaten Pekalongan hingga saat ini masih berada dalam status tanggap darurat bencana banjir dan longsor. Seluruh camat diminta untuk tetap siaga di wilayah masing-masing, sementara dinas teknis terus melakukan pemantauan serta penilaian kondisi lapangan.

Ia juga mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih perlu diantisipasi. 

Berdasarkan informasi dari BMKG, intensitas hujan di akhir Januari masih tergolong tinggi, sehingga kesiapsiagaan semua pihak menjadi hal yang mutlak.

Dalam hal penanganan pengungsi, Pemkab Pekalongan telah berkoordinasi dengan DPRD untuk menyiapkan langkah cepat melalui pergeseran anggaran mendahului perubahan. Dana Tidak Terduga (DTT) akan dimanfaatkan guna menjamin ketersediaan logistik bagi warga terdampak.

“Dinas Sosial dan BPBD sudah kami instruksikan untuk segera memproses pencairan DTT agar kebutuhan dasar para pengungsi bisa terpenuhi,” jelasnya.

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah jangka pendek di sektor infrastruktur. Penguatan tanggul atau top up direncanakan dilakukan di beberapa titik rawan seperti Tegaldowo dan Mulyorejo, termasuk Tanggul Melintang yang sebelumnya dibangun bersama TNI.

Sementara itu, untuk bencana longsor di wilayah atas seperti Petungkriyono dan Lebakbarang, alat berat telah dikerahkan dan proses pembersihan material longsoran masih terus dilakukan guna membuka kembali akses yang sempat tertutup.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Pekalongan berharap dampak bencana dapat segera diminimalisir serta keselamatan dan kebutuhan masyarakat tetap terjamin.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: