iklan banner Honda atas

Puluhan Satuan Pendidikan di Kabupaten Pekalongan Terdampak Bencana Alam

Puluhan Satuan Pendidikan di Kabupaten Pekalongan Terdampak Bencana Alam

--

RADARPEKALONGAN.CO.ID - Intensitas cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Pekalongan awal tahun 2026 mengakibatkan sedikitnya 52 satuan pendidikan ikut terdampak. Untuk itu, proses belajar dilakukan secara daring. 

Adapun sekolah terdampak dari data Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, yaitu mulai dari tingkat PAUD hingga SMP, mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Bencana yang mendominasi meliputi banjir, tanah longsor, hujan lebat, dan angin kencang. 

​Kecamatan Tirto dan Siwalan menjadi wilayah terdampak banjir terparah. ​Kecamatan Tirto tercatat sebagai salah satu wilayah dengan dampak banjir paling signifikan. Di antaranya, SDN Mulyorejo melaporkan seluruh ruangan sekolah terendam air hingga ketinggian 130 cm.

Kerusakan serupa menimpa SMP Negeri 3 Tirto di mana talut sekolah sepanjang 20–25 meter jebol dan seluruh ruangan terendam. Di wilayah Siwalan, sejumlah sekolah seperti SDN 01 Tengengwetan dan SDN 02 Yosorejo juga melaporkan kerusakan pada lantai keramik, pintu, hingga akses perpustakaan akibat genangan air yang tinggi. 

​Sementara itu, di wilayah dataran tinggi seperti Paninggaran dan Kandangserang, ancaman utama berupa tanah longsor dan angin kencang. Seperti di SD N 02 Tenogo, Paninggaran, pagar sekolah dilaporkan longsor dan dua ruang pembelajaran mengalami kerusakan atap hingga 40% akibat terjangan angin. SMP Satu Atap Gembong di Kandangserang bahkan mengalami lumpuhnya fasilitas vital seperti listrik, jaringan WiFi, dan sinyal seluler selama empat hari akibat longsor dan badai. SDN 03 Sukoharjo melaporkan atap kelas lepas tertiup angin yang menyebabkan buku-buku pelajaran basah dan ruang kelas tidak dapat digunakan saat hujan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid menyampaikan untuk sekolah yang terdampak bencana sementara proses belajar secara Daring. 

"Proses belajar tetap namun secara Daring karena melihat kondisi yang ada," katanya. 

​Selain wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, ada pula di Kecamatan Sragi dan Wonokerto ikut terdampak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: