Dana dari BGN Belum Cair, SPPG Kauman 1 Berhenti Beroperasi Sementara
Pimpinan DPRD Kabupaten Batang saat melakukan peninjauan ke dapur SPPG Kauman 1 beberapa waktu lalu.-Dok istimewa -
BATANG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kauman 1 yang berada di Kecamatan BATANG, menghentikan operasionalnya sejak Senin 9 Februari 2026. Langkah tersebut dilakukan akibat belum cairnya Bantuan Pemerintah (Banper) atau dana Badan Gizi Nasional (BGN).
Akibat penghentian tersebut, ratusan pelajar di sejumlah sekolah di Kecamatan Batang tidak lagi mendapat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo.
Penghentian penyaluran program MBG tersebut juga telah disosialisasikan oleh pihak SPPG ke pihak sekolah dan diteruskan ke orang tua siswa.
PIC SPPG Kauman Ananta Mahendra ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu. Menurutnya pihak SPPG belum menerima pembayaran dari Badan Gizi Nasional selama satu bulan.
BACA JUGA:Dukung Generasi Emas 2045, RSUD Batang Edukasi Masyarakat Awam Berikan Menu Seimbang Sejak Dini
BACA JUGA:Temuan Bakteri E.coli di Makanan MBG, Bupati Batang akan Minta BGN Audit SPPG
"Memang benar kita terpaksa menghentikan sementara operasional SPPG, karena belum ada pembayaran. Pengentalan sendiri kami lakukan sejak 9 Februari 2026," ungkap Ananta Mahendra ketika dikonfirmasi melalui telpon, Kamis 12 Februari 2026.
Ananta menjelaskan, sambil menunggu proses pembayaran, penghentian sementara operasional SPPG juga dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana dapur yang ada, sehingga sesuai SOP yang ditentukan.
"Kita selalu mentaati SOP yang ditentukan, sehingga jika ada aturan baru, kita langsung menyesuaikan. Kami tetap bertekad untuk menyesuaikan program yang telah dicanangkan Presiden Prabowo," terang Ananta.
Lebih lanjut dijelaskan, selama ini SPPG Kauman 1 melayani program MBG untuk 14 sekolah di Kecamatan Batang. Sedangkan untuk penerima manfaat dari program itu sendiri ada 3.100 pelajar.
"Kita telah menginformasikan ke pihak sekolah, bahwa SPPG dapur Kauman 1 menghentikan sementara pendistribusian MBG sejak 9 Februari 2026 lalu. Dan informasi itu juga telah diteruskan ke pihak walimurid," bener Ananta.
Ketika ditanya berapa lama penghentian sementara tersebut, Ananta menambahkan kemungkinan dilakukan selama dua Minggu. Namun hal itu tetap menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
"Kami juga minta maaf ke pihak sekolah dari para siswa, karena penghentian sementara program MBG ini. Dan semoga program ini dapat berjalan kembali secepatnya," tandas Ananta.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
