iklan banner Honda atas

Baru Selesai Dibangun Pakai APBN, Atap Gedung Perpustakaan SMAN 3 Pekalongan Ambruk

Baru Selesai Dibangun Pakai APBN, Atap Gedung Perpustakaan SMAN 3 Pekalongan Ambruk

Kondisi atap lantai 2 Ruang Perpustakaan SMAN 3 Pekalongan yang ambruk, Senin, 23 Februari 2026.-Wahyu Hidayat-

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Kabar mengejutkan datang dari SMA Negeri 3 Pekalongan. Atap gedung lantai 2 perpustakaan sekolah yang berlokasi di Jalan Progo No. 28, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan tersebut, roboh pada Jumat sore, 20 Februari 2026.

Ironisnya, bangunan tersebut merupakan bagian dari proyek revitalisasi yang baru saja rampung pada akhir tahun 2025.

Meski kerusakan terlihat fatal, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Hingga Senin siang, 23 Februari 2026, material atap lantai dua yang terdiri dari baja ringan dan genting tanah liat masih tampak berserakan di lokasi kejadian.

Plt Kepala SMAN 3 Pekalongan, Muhammad Dul Salam, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Jumat sekitar pukul 15.50 WIB. Saat itu, ia sedang berada di ruang kerja untuk menyelesaikan administrasi persuratan.

"Begitu saya keluar, ternyata atap ruang perpustakaan sudah ambruk. Pikiran pertama saya adalah memastikan apakah ada orang atau petugas di dalam, dan alhamdulillah ruangan dalam keadaan kosong," ujar Dul Salam, Senin.

Bangunan dua lantai yang atapnya ambruk ini merupakan fasilitas baru hasil revitalisasi yang mencakup ruang laboratorium, ruang kelas, ruang guru, dan perpustakaan. Proyek ini sebelumnya dinyatakan lolos pemeriksaan inspektorat saat serah terima pada November 2025 lalu.

BACA JUGA:Percepat Pemerataan Pendidikan Penyandang Disabilitas, Wagub Jateng Dorong Sekolah Inklusi

BACA JUGA:Revitalisasi Sekolah: Membangun Pendidikan dan Pemberdayaan Lokal

Terkait penyebab pasti, pihak sekolah masih menunggu analisis teknis. Namun, faktor cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi dan angin kencang beberapa hari terakhir di Kota Pekalongan diduga menjadi pemicu ambruknya struktur yang sudah terbebani tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah telah mensterilkan area sekitar reruntuhan.

"Sebagai antisipasi, anak-anak yang kelasnya dekat dengan ruang tersebut sudah kami pindahkan demi kenyamanan dan keamanan proses belajar," pungkas Dul Salam.

Anggaran Rp3,6 Miliar dari APBN

Berdasarkan data papan informasi proyek yang diunggah di akun media sosial sekolah setempat, pembangunan ini merupakan bagian dari Bantuan Program Revitalisasi SMA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sumber dana berasal dari APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai total Rp3.606.040.000 (Rp3,6 miliar). Proyek yang dimulai pada 19 Agustus 2025 dengan jangka waktu 120 hari kalender ini mencakup rehabilitasi sejumlah ruang kelas serta pembangunan ruang perpustakaan dan toilet baru.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: