Petugas Pengontrol Rel Tewas Tertemper Kereta Api di Batang
Petugas mengevakuasi jenazah korban dari jalur kereta api.-Istimewa -
BATANG - Seorang petugas pengontrol rel tewas setelah tertemper Kereta Api (KA) di wilayah Kandeman, Kabupaten BATANG, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026) pagi. Insiden nahas tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di lintasan rel Dukuh Grugak, Desa Juragan, Kecamatan Kandeman.
Korban diketahui bernama Ahmad Siswanto (53), warga Dukuh Rowokudo, Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman. Ia merupakan petugas yang sehari-hari bertanggung jawab mengontrol kondisi rel di jalur tersebut.
Kasubsektor setempat, Sri Widadi, membenarkan kejadian nahas tersebut. Pihaknya menerima laporan awal dari warga sekitar pukul 09.30 WIB, namun anggota kepolisian telah lebih dulu tiba di lokasi sekitar pukul 09.05 WIB setelah mendapat informasi dari masyarakat.
"Korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara," ujarnya secara singkat saat dikonfirmasi.
BACA JUGA:KPK Amankan Bupati Pekalongan di Semarang Bersama Ajudannya, dan Ini Dugaan Kasusnya
Warga setempat menjadi saksi pertama yang melihat korban sudah tergeletak di jalur rel usai tertemper kereta yang melintas. Petugas dari Polsek Tulis yang tiba di lokasi segera berkoordinasi dengan piket Pamapta dan Pawas untuk melakukan pengamanan.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Kalisari Batang guna keperluan visum dan proses lebih lanjut. Polisi telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari mengamankan lokasi kejadian, menghubungi tim Inafis, hingga melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan.
KAI Dalami Penyebab Insiden
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti korban berada di jalur rel saat kereta melintas masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Polisi mengimbau masyarakat maupun petugas yang beraktivitas di sekitar rel untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, membenarkan terjadinya insiden yang melibatkan KA 2521 Kalimas Cargo relasi Surabaya Kalimas menuju Tanjung Priok dengan petugas yang sedang bertugas di KM 73+3 jalur hilir antara Stasiun Ujung Negoro dan Stasiun Batang.
"KAI Daop 4 Semarang menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Saat ini korban telah dievakuasi oleh unit pengamanan dan selanjutnya ditangani oleh pihak kepolisian setempat," ujar Luqman dalam keterangan resminya.
Luqman menegaskan bahwa manajemen KAI Daop 4 Semarang telah menerapkan seluruh prosedur keselamatan kerja sesuai standar yang berlaku. Pasca-kejadian, pihaknya langsung melakukan investigasi internal untuk mengetahui kronologi dan penyebab insiden secara menyeluruh.
"KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan aspek keselamatan kerja bagi seluruh pegawai, khususnya yang bertugas di lapangan. Ini akan dilakukan melalui penguatan prosedur operasional, peningkatan pengawasan, serta briefing keselamatan secara berkala," tambahnya.
Meski terjadi insiden, Luqman memastikan perjalanan kereta api tetap berjalan dengan aman, normal, dan terkendali setelah penanganan di lokasi selesai dilakukan sesuai prosedur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
