iklan banner Honda atas

Peringatan HUT ke-60, Pemkab Batang Siapkan Dua Rekor MURI Sekaligus

Peringatan HUT ke-60, Pemkab Batang Siapkan Dua Rekor MURI Sekaligus

Pj Sekda Kabupaten Batang Sri Purwaningsih saat memimpin apel pagi, Senin 9 Maret 2026.-Istimewa -

BATANG - Pemerintah Kabupaten BATANG tengah mematangkan persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 daerah yang jatuh pada April 2026. Dua rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus dibidik dalam satu momen perayaan sebagai bagian dari upaya mengukir sejarah baru.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini akan melibatkan partisipasi luas dari seluruh aparatur sipil negara, mulai dari PNS, PPPK, Tenaga Harian Lepas (THL), hingga perangkat desa.

"Rekor pertama yang kami targetkan adalah pengumpulan minyak goreng bekas atau jelantah. Ini dirancang khusus untuk lingkup aparatur pemerintahan," ujarnya saat memimpin apel pagi di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (9/3/2026).

Menurut Sri, rekor MURI pengumpul minyak jelantah sebenarnya sudah ada dengan capaian 45.000. Namun, pihaknya mengemasnya dengan kategori baru, yakni rekor khusus bagi PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu se-Kabupaten Batang.

BACA JUGA:Pengawasan MBG Diperketat, Wabup Batang Tak Ragu Usulkan Penutupan Dapur SPPG yang Nakal

BACA JUGA:Listrik Padam Lantaran Badai Siklon Tropis, Kecamatan Subah Sediakan Freezer Penitipan ASI dan Obat-obatan

Setiap pegawai diminta menyiapkan satu liter minyak jelantah untuk dikumpulkan. Meski puncak acara digelar 10 April, proses pengumpulan akan dikoordinasikan lebih awal pada 8-9 April.

"Pelaksanaannya 10 April, sehingga kemungkinan pengumpulan kita lakukan sekitar tanggal 8, maksimal tanggal 9," jelasnya.

Tari Babalu dengan Gaya "Men in Black"

Kemeriahan HUT Batang tak hanya soal kepedulian lingkungan, tetapi juga seni budaya. Tari Babalu, tarian khas Batang, dipilih untuk memecahkan rekor kedua dengan melibatkan sedikitnya 1.000 peserta.

Sri menjelaskan, pemilihan Tari Babalu merupakan hasil kurasi ketat mengingat target rekor sebelumnya, seperti minum susu massal, sudah terlalu tinggi untuk dipatahkan.

Yang menarik, ia merancang konsep visual unik bagi para peserta. Meski tak semua harus mengenakan kostum lengkap Tari Babalu, ada aturan berpakaian yang wajib dipatuhi.

"Tidak perlu memakai pakaian seperti Tari Babalu. Cukup kita seragamkan: atasnya kaos hitam semua, kemudian pakai kacamata hitam," ungkapnya, memberi gaya ala film "Men in Black".

Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem

Di sela-sela pengumuman tersebut, Pj Sekda juga menyampaikan peringatan serius terkait kondisi cuaca Batang yang belakangan sulit diprediksi. Fenomena angin kencang dan hujan sore hari disebut telah menyebabkan beberapa insiden pohon tumbang.

"Bapak/Ibu mohon berhati-hati dengan cuaca ekstrem. Beberapa kejadian pohon tumbang terjadi di Batang. Tahun ini betul-betul luar biasa," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: