Plt Bupati Pekalongan Sukirman Turun Langsung ke Pasar, Cek Harga dan Serap Keluhan Pedagang
--
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pasar tradisional guna memantau kondisi harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemantauan dilakukan di Pasar Kajen dan Pasar Wiradesa, Selasa 10 Maret 2026.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda Jawa Tengah di Semarang serta arahan Gubernur Jawa Tengah kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang digelar di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, kemarin.
Dalam kunjungan tersebut, Sukirman didampingi sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, Kajari Kabupaten Pekalongan Conny Novita Sahetapy Engel, serta beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pekalongan.
Sukirman bersama rombongan berkeliling pasar untuk melihat secara langsung aktivitas perdagangan sekaligus mengecek harga berbagai komoditas pangan. Ia juga menyempatkan berdialog dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi pasar serta menyerap aspirasi yang mereka sampaikan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Sukirman menyatakan bahwa harga bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Pekalongan masih relatif stabil menjelang Lebaran.
“Alhamdulillah dari hasil pengecekan kami, harga kebutuhan pokok masih cukup stabil. Memang ada perbedaan harga di beberapa pasar, tetapi selisihnya tidak terlalu besar dan masih dalam batas wajar,” kata Sukirman.
Ia mencontohkan harga daging di Pasar Wiradesa yang cenderung lebih murah dibandingkan pasar lainnya karena lokasi rumah pemotongan hewan berada tidak jauh dari kawasan pasar tersebut.
“Misalnya untuk daging, di Wiradesa bisa sedikit lebih murah karena tempat pemotongan hewannya dekat. Selisihnya sekitar Rp2.000 sampai Rp5.000 saja, sehingga masih sangat terjangkau oleh masyarakat,” jelasnya.
Selain daging, Sukirman menyebut harga sejumlah komoditas lain seperti beras dan cabai juga masih berada pada kisaran normal. Bahkan harga cabai di Pasar Wiradesa dinilai lebih rendah karena ketersediaan stok yang cukup.
Di sela-sela peninjauan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga mendorong para pedagang pasar agar dapat berpartisipasi dalam program MBG dengan menjadi pemasok bahan kebutuhan pangan.
Menurut Sukirman, keterlibatan pedagang lokal sangat penting agar program tersebut dapat berjalan sekaligus membantu meningkatkan aktivitas ekonomi di pasar tradisional.
“Kita ingin pedagang pasar juga dilibatkan sebagai supplier program MBG. Tadi ada beberapa pedagang yang sudah menyampaikan kesiapan mereka menyediakan barang, walaupun stoknya masih terbatas. Yang penting perputaran ekonomi di pasar tetap berjalan,” ujarnya.
Selain persoalan harga, sejumlah pedagang juga menyampaikan keluhan terkait kondisi pasar, termasuk adanya pedagang yang masih berjualan di area bawah atau emperan pasar yang dianggap mengganggu aktivitas jual beli.
Menanggapi hal tersebut, Sukirman mengatakan pemerintah daerah berencana melakukan penataan setelah Hari Raya Idul Fitri agar kondisi pasar menjadi lebih tertib dan nyaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
