iklan banner Honda atas

Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ajak Kader HMI Perkuat Kesadaran Demokrasi Lewat Diskusi Ramadan

Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ajak Kader HMI Perkuat Kesadaran Demokrasi Lewat Diskusi Ramadan

--

RADARPRKALONGAN.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan menggelar forum dialog demokrasi bersama kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekalongan, belum lama ini. 

Kegiatan yang berlangsung di RM Ayam Gepuk Tirto ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk membahas dinamika demokrasi sekaligus peran generasi muda dalam menjaga integritas pemilu.

Forum tersebut menghadirkan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Wahyudi Sutrisno, serta Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, sebagai narasumber utama. Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pekalongan turut ambil bagian dalam diskusi yang berlangsung interaktif.

Dalam paparannya, Wahyudi Sutrisno menyoroti pentingnya mengenali gejala kemunduran demokrasi sejak dini. Ia mengutip konsep “Authoritarian Litmus Test” yang diperkenalkan dalam buku How Democracies Die karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt.

Menurutnya, konsep tersebut membantu masyarakat mengidentifikasi kecenderungan otoritarianisme pada seorang pemimpin melalui beberapa indikator utama.

“Empat indikator yang perlu diwaspadai adalah penolakan terhadap aturan demokrasi, menganggap oposisi sebagai musuh, toleransi terhadap kekerasan politik, serta upaya membatasi kebebasan sipil dan media,” jelas Wahyudi di hadapan peserta.

Ia menambahkan bahwa dalam banyak kasus modern, kemunduran demokrasi tidak selalu terjadi melalui perebutan kekuasaan secara paksa. Justru, kata dia, ancaman sering muncul secara bertahap melalui pelemahan institusi demokrasi dari dalam.

“Demokrasi bisa runtuh bukan hanya karena serangan dari luar, tetapi juga karena dilemahkan secara perlahan dari dalam sistem itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, mengajak para mahasiswa untuk mengaitkan nilai demokrasi dengan refleksi spiritual di bulan Ramadan. Menurutnya, ibadah puasa tidak hanya membentuk ketakwaan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial yang relevan dalam kehidupan demokrasi.

“Puasa mengajarkan kita untuk peka terhadap kondisi sesama. Nilai kepedulian ini juga penting dalam demokrasi, misalnya dengan ikut mengawasi agar pemilu berlangsung jujur dan adil,” kata Tohir.

Ia juga mendorong mahasiswa, khususnya kader HMI, agar aktif terlibat sebagai pengawas partisipatif dalam proses pemilu. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menjaga transparansi dan kualitas demokrasi.

“Mahasiswa memiliki posisi strategis untuk ikut menjaga integritas pemilu. Partisipasi mereka akan memperkuat pengawasan publik terhadap setiap tahapan pemilu,” tambahnya.

Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan dan pandangan dari peserta terkait tantangan demokrasi di era digital serta peran mahasiswa dalam membangun kesadaran politik masyarakat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang menjadi momentum mempererat silaturahmi antara Bawaslu Kabupaten Pekalongan dan kader HMI Cabang Pekalongan dalam semangat menjaga demokrasi yang sehat dan berintegritas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: