Pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan Tetap Jalan Meski Anggaran Dipangkas
--
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Rencana pembangunan kembali Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan yang sempat terbakar pada akhir 2024 dipastikan tetap dilanjutkan pada tahun 2026. Meski demikian, proyek ini akan dilaksanakan dengan pendekatan efisiensi anggaran tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai pusat aktivitas legislatif daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menyampaikan bahwa keberadaan gedung DPRD tidak hanya sebagai sarana kerja, tetapi juga memiliki nilai simbolik sebagai representasi pemerintahan daerah.
“Gedung ini bukan sekadar tempat bekerja, tetapi juga menjadi simbol pemerintah daerah. Karena itu kondisinya harus tetap layak dan representatif,” ujarnya usai rapat paripurna, Kamis 26 Maret 2026.
Saat ini, aktivitas DPRD masih berlangsung di fasilitas sementara yang dinilai kurang mendukung. Kondisi tersebut juga berdampak pada sejumlah organisasi seperti PKK, GOW, dan KPAI yang sebelumnya memanfaatkan gedung tersebut, sehingga kini harus berpindah-pindah lokasi.
“Sekarang aktivitas mereka tersebar dan kurang efektif. Banyak yang mengeluh karena tidak memiliki tempat yang memadai,” tambah Munir.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah daerah bersama DPRD telah memangkas anggaran secara bertahap. Rencana awal yang mencapai Rp40 miliar dipangkas menjadi Rp33 miliar, hingga akhirnya disesuaikan menjadi sekitar Rp9,5 miliar.
“Anggaran yang dialihkan digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak, seperti BPJS, perbaikan jalan, serta dukungan bagi guru-guru TPQ,” jelasnya.
Munir menegaskan bahwa efisiensi tersebut dilakukan agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat luas.
Terkait jadwal pelaksanaan, proses lelang ditargetkan dimulai pada April 2026. Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik akan dimulai pada Juni dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.
“Kalau lelang dimulai April, maka pembangunan bisa berjalan mulai Juni dan ditargetkan selesai sekitar November hingga Desember,” tegasnya.

--
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengatakan bahwa pemerintah daerah saat ini masih melakukan evaluasi dan penyesuaian anggaran melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Penghitungan ulang anggaran dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat, terutama di sektor infrastruktur jalan,” ungkapnya.
Meski demikian, Sukirman memastikan bahwa proyek pembangunan Gedung DPRD tetap berjalan sesuai rencana dan belum mengalami penundaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
