Dirgahayu Batang Atas
iklan banner Honda atas

Miris! Literasi Warga Kabupaten Pekalongan Masih Rendah

Miris! Literasi Warga Kabupaten Pekalongan Masih Rendah

Sekda M Yulian Akbar mengaku prihatin dengan rendahnya tingkat literasi di Kabupaten Pekalongan.-Hadi Waluyo-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Tingkat literasi masyarakat di Kabupaten Pekalongan masih tergolong rendah. Data terbaru menunjukkan skor literasi daerah ini baru berada di angka 4,7, bahkan tingkat kunjungan perpustakaan hanya menyentuh 0,021 persen dari total jumlah penduduk.

Kondisi tersebut diakui langsung oleh Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, saat membuka Lomba Duta Baca 2026 di Aula Setda, Senin, 6 April 2026.

“Jumlah kunjungan dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 1.043.187 jiwa hanya 0,021 persen. Sehingga pekerjaan di depan mata kita luar biasa berat, terkait dengan literasi ini,” ujarnya.

Menurutnya, rendahnya minat baca ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Padahal, fasilitas pendukung sebenarnya sudah tersedia, seperti koleksi Perpustakaan Daerah yang mencapai 41.928 buku fisik dan 2.237 buku digital.

Namun demikian, keberadaan fasilitas tersebut belum mampu menarik minat masyarakat secara optimal.

Baca juga:Ahmad Falah Muttaqin Juara 1 Lomba Duta Baca 2026 Kabupaten Pekalongan

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Pekalongan mulai melakukan berbagai upaya untuk mendorong peningkatan literasi, salah satunya melalui penyelenggaraan Lomba Duta Baca 2026.

Sekda menegaskan, kegiatan tersebut tidak boleh sekadar menjadi acara seremonial tahunan tanpa dampak nyata.

“Kegiatan hari ini tidak boleh hanya berhenti di level seremoni. Bagi piala, bagi hadiah terus kemudian bubar. Kita harus naik ke level outcome,” tegasnya.

Ia berharap para Duta Baca yang terpilih nantinya mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Duta baca ini harus diberi mandat menjadi agent of change yang mampu merubah angka-angka literasi kita yang masih rendah,” imbuhnya.

Selain itu, Pemkab juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses literasi, terutama melalui promosi perpustakaan digital di media sosial.

“Saya juga berharap untuk memanfaatkan teknologi dan mempromosikan layanan perpustakaan digital yang dapat diakses secara online,” katanya.

Tak hanya itu, sinergi dengan sekolah, kampus, hingga taman bacaan masyarakat juga menjadi fokus untuk meningkatkan budaya membaca.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait