Dirgahayu Batang Atas
iklan banner Honda atas

RSUD Kraton Perkuat Sistem Rujukan Darurat untuk Tekan AKI dan AKB

RSUD Kraton Perkuat Sistem Rujukan Darurat untuk Tekan AKI dan AKB

--

RADARPEKALONGAN.CO.ID - RSUD Kraton terus mengintensifkan upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak melalui penguatan sistem rujukan kegawatdaruratan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Pekalongan.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah penguatan jejaring Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Program ini diwujudkan melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi yang melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas.

Sebanyak 20 puskesmas turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan perwakilan bidan dan tenaga gizi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus menyamakan standar penanganan kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi di tingkat layanan dasar.

Direktur RSUD Kraton, Henny Rosita, menjelaskan bahwa PONEK merupakan layanan penting yang harus tersedia selama 24 jam penuh. Layanan ini dirancang untuk menangani kondisi kritis pada ibu hamil, ibu melahirkan, dan bayi baru lahir secara cepat dan tepat.

“PONEK adalah bagian vital dari sistem layanan gawat darurat. Dengan kesiapan penuh selama 24 jam, kami memastikan pasien mendapatkan penanganan segera tanpa hambatan waktu,” ujar dr. Henny Rosita.

Ia menambahkan, sistem rujukan saat ini telah memanfaatkan teknologi melalui aplikasi Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE). Dengan sistem digital tersebut, rumah sakit dapat mempersiapkan fasilitas dan tenaga medis sebelum pasien dirujuk.

“Melalui SISRUTE, proses rujukan menjadi lebih cepat dan terkoordinasi. Ini sangat membantu dalam mengurangi risiko keterlambatan penanganan kasus darurat,” jelasnya.

Kasus-kasus yang masuk dalam kategori rujukan PONEK meliputi kondisi berisiko tinggi seperti perdarahan saat persalinan, eklampsia, hingga gangguan serius pada janin. Untuk menangani hal tersebut, RSUD Kraton telah menyiapkan tim medis lintas disiplin yang terdiri dari dokter spesialis kandungan, dokter anak, serta dokter anestesi.

Selain itu, fasilitas pendukung seperti ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Intensive Care Unit (ICU) juga disiagakan guna memberikan penanganan optimal bagi pasien dengan kondisi kritis.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Henny menegaskan pentingnya peran puskesmas sebagai garda terdepan dalam sistem rujukan. Menurutnya, keberhasilan penanganan sangat ditentukan oleh kemampuan fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam melakukan stabilisasi awal sebelum pasien dirujuk.

“Puskesmas memiliki peran kunci. Penanganan awal yang tepat akan sangat menentukan keselamatan pasien saat dirujuk ke rumah sakit,” tegasnya.

Untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Mohammad Yasin, Mohammad Rizal, dan Asma’ul Kholifia. Para peserta mendapatkan materi terkait prosedur rujukan, teknik stabilisasi pasien, hingga kelengkapan administrasi sesuai standar nasional.

Melalui langkah ini, RSUD Kraton berharap sistem rujukan kesehatan di Kabupaten Pekalongan semakin solid, sehingga mampu menekan angka kematian ibu dan bayi serta mendukung upaya penurunan stunting dan gizi buruk di daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: