KEK Industropolis Batang Gandeng KAI-Pelindo Bangun Dryport Berbasis Rel, Groundbreaking Ditarget Juni 2026
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan Dry- port berbasis rel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Kerja sama ini melibatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Teng-Istimewa -
BATANG – PT Kawasan Industri Terpadu BATANG (KEK Industropolis BATANG ) yang merupakan bagian dari holding BUMN Danareksa resmi meneken nota kesepahaman (MoU) pengembangan dryport atau pelabuhan kering berbasis rel kereta api di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis BATANG.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri dan logistik nasional.
Kerja sama ini melibatkan empat entitas, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), serta Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang. Penandatanganan berlangsung di Ballroom Gedung Pengelola KEK setempat.
Acara tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, sejumlah perwakilan dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, serta para direktur utama BUMN dan kepala daerah. Hadir pula Direktur Utama PT Danareksa (Persero) dan Bupati Batang.
BACA JUGA:Bupati Faiz Siapkan KRL Batang, Dukung Transportasi Murah untuk Pekerja KITB
BACA JUGA:Investasi Perdana Amerika Latin, PT Elecmetal Longteng Resmi Beroperasi di KEK Batang
Fungsi Strategis Dryport
Pengembangan dryport ini sejalan dengan penetapan KEK Industropolis Batang sebagai kawasan ekonomi khusus yang fokus pada sektor distribusi dan logistik.
Fasilitas tersebut dirancang menjadi tulang punggung logistik yang menghubungkan kawasan industri dengan jaringan pelabuhan laut dan distribusi darat secara terintegrasi.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian integral dari strategi besar kawasan.
"Kami melihat sistem logistik terintegrasi sebagai faktor kunci menarik investasi berkualitas. Dengan dryport, KEK Industropolis Batang tidak hanya kawasan industri, tetapi juga pusat logistik global," ujarnya.
Dryport yang dibangun di atas lahan sekitar 30 hektare itu memiliki kapasitas awal 600.000–650.000 TEUs per tahun. Kapasitas itu berpotensi naik hingga 1.000.000 TEUs seiring pertumbuhan kawasan dan permintaan pasar.
Fasilitas ini akan berfungsi sebagai gerbang ekspor-impor bagi para tenant sekaligus pusat konsolidasi logistik regional.
Target Groundbreaking Juni 2026
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyebut bahwa konektivitas berbasis rel akan menjadi pengubah utama (game changer) dalam distribusi logistik. Pihaknya berkomitmen menyediakan jaringan angkutan barang yang andal dan efisien.
"Integrasi antara kawasan industri dan jaringan kereta api memberi nilai tambah signifikan bagi pelaku industri," tuturnya. Ia menambahkan, proses groundbreaking dryport ditargetkan mulai pada Juni 2026 sebagai bentuk percepatan implementasi proyek.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



