Plt Bupati Pekalongan Sukirman Tekankan Percepatan Gerakan dan Konsistensi Program dalam Pelantikan PMII
--
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Pelantikan kepengurusan baru Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Pekalongan periode 2026–2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran mahasiswa dalam pembangunan daerah. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, kemarin.
Dalam kesempatan itu, Sukirman mendorong agar kepengurusan yang baru mampu bergerak lebih cepat sekaligus menjaga kesinambungan program organisasi. Ia menilai, keberlanjutan menjadi kunci agar setiap gerakan tidak berhenti di tengah jalan dan tetap memberi dampak nyata.
“Saya berharap PMII di bawah kepengurusan yang baru bisa berakselerasi, melakukan percepatan-percepatan, serta menjaga keberlangsungan program agar tidak terputus dan tetap memberi manfaat secara berkesinambungan, adaptif dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sukirman menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka terhadap kontribusi pemikiran dari kalangan mahasiswa, khususnya kader PMII yang dinilai memiliki semangat idealisme dan daya kritis.
“Selama ini PMII mampu memberikan sinergi dan sumbangsih pemikiran yang baik bagi Kabupaten Pekalongan. Saya berkomitmen akan terus bersinergi. Tidak mungkin saya meninggalkan PMII apalagi mengabaikannya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Mabicab PMII Pekalongan, Zaenal Mustakim, mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi bukanlah soal kekuasaan, melainkan tanggung jawab untuk mengabdi.
“Jabatan itu bukan siapa yang paling berkuasa, tapi siapa yang paling bisa berkhidmat untuk organisasi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi, peneguhan nilai ideologi, serta menjaga integritas moral dalam setiap langkah gerakan.
Dari tingkat pusat, Ketua Umum PB PMII, M. Sofiyullah Cokro, menyampaikan bahwa pelantikan ini harus menjadi titik awal bagi pengurus untuk menjalankan peran organisasi secara optimal. Ia mengajak seluruh kader untuk berani mengambil sikap, baik sebagai mitra strategis maupun mitra kritis pemerintah.
“Jangan takut untuk melakukan apa pun. Untuk satu periode ke depan, kesampingkan dulu kepentingan pribadi. Fokuskan cita-cita pada tujuan organisasi PC PMII Pekalongan,” pesannya.
Hal senada disampaikan Ketua PKC PMII Jawa Tengah, Ahmad Farichin, yang menilai pentingnya kemampuan organisasi dalam menjawab dinamika zaman melalui kolaborasi dan komunikasi aktif dengan berbagai pihak.
“PMII harus mampu mengiringi perkembangan zaman, menjadi organisasi yang adaptif, serta mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah di masing-masing daerah,” katanya.
Ketua PC PMII Kabupaten Pekalongan yang baru, Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa gerakan PMII berpijak pada nilai trilogi dzikir, fikir, dan amal saleh. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi dalam mencetak kader yang berintegritas dan berwawasan luas.
“Rumusan tersebut bukan sekadar jargon, tetapi menjadi nilai filosofis PMII dalam mewujudkan kader sebagai insan ulul albab,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



