iklan banner Honda atas

Pelatihan Kompetensi Diharapkan Tekan Pengangguran di Pekalongan

Pelatihan Kompetensi Diharapkan Tekan Pengangguran di Pekalongan

Pelatihan- Antusias peserta pelatihan kompetensi yang tengah berlangsung di aula BLK Kota Pekalongan.-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi

Radarpekalongan.co.id- Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) kembali menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan, Senin (18/5/2026), tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan usia dengan harapan mampu membuka peluang kerja maupun usaha mandiri di tengah kondisi ekonomi yang semakin kompetitif.

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid  mengatakan, pelatihan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah membantu masyarakat menghadapi sulitnya mencari pekerjaan di tengah tekanan ekonomi saat ini.

BACA JUGA:TPA Ibunda Gringsing Wakili Jateng di Ajang Nasional Momentum TAMASYA TPA Kemendukbangga RI

BACA JUGA:Ukir Prestasi Nasional, Atlet MTs Muhammadiyah Batang Boyong 6 Medali The 1st Muhammadiyah Games 2026

Menurutnya, kenaikan nilai dolar dan harga BBM non subsidi turut berdampak terhadap kondisi usaha dan lapangan kerja masyarakat. Karena itu, pemerintah memilih sektor pelatihan yang dinilai masih memiliki peluang bertahan dan berkembang. “Di tengah situasi sekarang memang semakin berat mencari pekerjaan. Karena itu kami memilih enam jenis pelatihan yang masih memiliki peluang, seperti teknisi AC, barista, video editor, Las SMAW 3F, barber, dan teknisi HP. Tinggal nanti bagaimana kreativitas masing-masing peserta untuk mengembangkan kemampuan yang sudah didapat,” ujarnya usai membuka pembukaan acara tersebut.

Ia menilai beberapa sektor seperti video editor hingga usaha kopi masih memiliki prospek cukup baik seiring perkembangan kebutuhan masyarakat. Meski demikian, persaingan di bidang tersebut juga semakin ketat sehingga peserta dituntut memiliki kreativitas dan kemampuan adaptasi. “Pelatihan ini jangan sampai sia-sia. Setelah dibekali selama 23 sampai 33 hari, peserta diharapkan bisa benar-benar memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk bekerja ataupun membuka usaha sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinperinaker setempat Betty Dahfiani menjelaskan, pelatihan tahap pertama tahun ini terdiri atas enam jurusan dengan masing-masing kelas diikuti 16 peserta.

BACA JUGA:Pemkab Batang Siapkan Skema KPBU untuk Pasang 9.300 Lampu Jalan, Target Konstruksi Desember 2026

BACA JUGA:Sidang Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Berbalik Arah, Terdakwa Akui 4 Nama Pelaku Hanya Rekayasa

BACA JUGA:Wabup Batang Minta 14 DPK KNPI Se-Kabupaten Batang Harus Jadi Motor Penggerak Pemuda Kecamatan

Selain materi teknis, peserta juga mendapatkan pembekalan soft skill selama tiga hari sebelum memasuki pelatihan inti. Adapun pelatihan teknisi HP menjadi program dengan durasi terlama, yakni hingga 36 hari.

“Pada akhir pelatihan seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi oleh LSP yang sudah diakui BNSP sehingga nantinya memperoleh sertifikat profesi resmi,” jelasnya.

Betty menambahkan, jurusan barista menjadi pelatihan dengan peminat tertinggi tahun ini. Tingginya minat tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan usaha kopi dan kafe yang terus tumbuh di masyarakat. “Peluang kerja maupun usaha di bidang barista masih cukup besar. Namun untuk saat ini kuota masih terbatas karena ketersediaan instruktur baru satu orang,” katanya.

BACA JUGA:Pura-pura Pesan Kopi, Residivis Rampas Kalung Nenek Pemilik Warung di Legokkalong

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: