Mohammad Saleh Minta Pemprov Jateng Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang
Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh-Istimewa-
SEMARANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah mitigasi secara matang guna mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini.
Menurut Saleh, kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak dini agar dampak kemarau, terutama terhadap sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan, dapat diminimalkan.
“Mitigasi harus dipersiapkan dari sekarang agar dampak kemarau panjang tidak menimbulkan persoalan yang lebih besar di masyarakat,” ujar Saleh di Kota Semarang, Selasa, 19 Mei 2026.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Jawa Tengah mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Bahkan, durasi kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan berlangsung sekitar empat hingga lima bulan.
BACA JUGA:Mohammad Saleh Ajak Santri Manfaatkan Program Beasiswa Pemprov Jateng 2026
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemerintah daerah, khususnya wilayah yang selama ini rawan mengalami kekeringan. Karena itu, daerah rawan kekeringan perlu dipetakan sejak awal agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.
“Kami mendorong Pemprov Jateng dan pemerintah daerah memperkuat kesiapan distribusi air bersih bagi masyarakat apabila terjadi krisis air di wilayah terdampak kekeringan,” katanya.
Selain itu, Saleh juga menyoroti potensi dampak kemarau terhadap sektor pertanian yang dapat memengaruhi produksi pangan masyarakat.
Menurutnya, penguatan irigasi, pengelolaan cadangan air, hingga pendampingan kepada petani perlu ditingkatkan agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah tersebut juga mengingatkan potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau berlangsung. Oleh sebab itu, koordinasi lintas instansi dinilai perlu diperkuat guna mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Saleh mendorong pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran serta penghematan penggunaan air.
“Kesadaran masyarakat juga sangat penting, baik dalam penggunaan air secara bijak maupun pencegahan kebakaran lingkungan,” ujarnya.
BACA JUGA:Ekonomi Jateng Tumbuh Positif, Mohammad Saleh Minta Iklim Investasi Terus Dijaga
Selain langkah darurat, Saleh menilai pemerintah juga perlu memperkuat program jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan di masa mendatang. Program seperti pembangunan embung, revitalisasi saluran irigasi, hingga penghijauan kawasan resapan air dinilai perlu terus didorong.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
