21 Pengurus Ranting PDIP Batang Kota Tolak Hasil Musancab, Ancaman Mundur Massal Mengemuka
Para pengurus Ranting PDIP Kecamatan Batang menunjukkan surat pengunduran diri yang akan diserahkan ke pihak DPC jika mempertahankan hasil Musancab yang dianggap tak demokratis.-Istimewa -
BATANG – Sebanyak 21 pengurus ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kecamatan BATANG, Kabupaten BATANG, menyatakan sikap menolak hasil Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak yang digelar partai pada tahun 2026.
Pernyataan penolakan itu disampaikan dalam jumpa pers di wilayah Kasepuhan, Kecamatan Batang, Minggu (24/5/2026) malam. Acara tersebut dihadiri oleh pengurus ranting, pengurus PAC periode sebelumnya, serta sejumlah wartawan.
Ketua Ranting PDIP Kasepuhan, Agus Widodo, bertindak sebagai pembaca pernyataan sikap. Menurut Agus, penolakan muncul karena sosok ketua PAC Kecamatan Batang yang ditetapkan berdasarkan hasil Musancab dinilai bukan kader internal partai yang dikenal oleh pengurus ranting maupun pengurus PAC lama.
"Ketua PAC yang ditetapkan dalam keputusan Musancab bukan dari internal partai PDIP Kabupaten Batang. Kami semua ranting dan pengurus PAC demisioner tidak ada yang mengenal ketua PAC yang ditetapkan," ujar Agus di hadapan awak media.
BACA JUGA:Aksi Protes Warnai Musancab PDI-P Batang, Puluhan Kader Lepas Seragam dan Walkout
BACA JUGA:451 Kasus TBC Tercatat di Batang hingga Mei 2026, Warungasem Tertinggi
Proses Seleksi Disebut Sekadar Formalitas
Para pengurus ranting juga menilai bahwa proses penjaringan dan penyaringan calon ketua PAC hanya bersifat formalitas belaka. Mereka menduga seleksi, termasuk tes daring dan wawancara, tidak dijadikan dasar yang sesungguhnya dalam menentukan pimpinan PAC terpilih.
Bahkan, Agus menuding bahwa keputusan akhir merupakan "titipan" dari oknum tertentu di jajaran DPC PDIP Kabupaten Batang.
"Seleksi tes online dan tes wawancara cuma sandiwara belaka. Semua terbukti sangat jelas dengan ditetapkannya ketua PAC yang bukan usulan dari ranting maupun pengurus PAC," tegasnya.
Menurut Agus, sejatinya para pengurus ranting tidak akan mempermasalahkan hasil Musancab jika tokoh yang ditetapkan merupakan kader internal yang telah lama berjuang bersama partai.
Prinsip Demokrasi dan Kaderisasi Dipertanyakan
Dalam pernyataan sikapnya, para pengurus ranting juga menyoroti komitmen partai terhadap demokrasi, kaderisasi, dan meritokrasi. Mereka menilai hasil Musancab tidak mencerminkan demokrasi internal karena aspirasi kader di tingkat bawah tidak terakomodasi.
"Masih bergunakah proses kaderisasi serta meritokrasi sebagai bahan penilaian penjaringan dan seleksi calon ketua PAC? Jawabannya tidak ada gunanya," ucap Agus membacakan pernyataan tertulis.
Tak hanya itu, para pengurus ranting turut mengingatkan perjuangan kader akar rumput saat Pemilu dan Pilkada sebelumnya. Mereka mengaku tetap bergerak mengawal proses politik di tingkat TPS meski menghadapi keterbatasan anggaran saksi.
Ancaman Mundur Massal Jika Keputusan Dipertahankan
Dalam konferensi pers yang sama, para pengurus ranting meluapkan kekecewaan terhadap kepemimpinan DPC PDIP Kabupaten Batang yang dinilai tidak berpihak kepada kader internal. Mereka mengancam akan mengundurkan diri secara massal apabila hasil Musancab tidak diubah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
