iklan banner honda Juni 2026

Rektor ITSNU Pekalongan Masuk Jajaran Pengurus Nasional FR-PTNU

Rektor ITSNU Pekalongan Masuk Jajaran Pengurus Nasional FR-PTNU

--

RADARPEKALONGAN.CO.ID - Rektor Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan, Dr. H. Ali Imron, dipercaya menjadi Koordinator Wilayah Jawa dalam kepengurusan Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (FR-PTNU) masa khidmat 2026–2028 yang baru saja dilantik di Gedung PBNU, Jakarta.

Penetapan tersebut tertuang dalam susunan kepengurusan baru FR-PTNU yang dipimpin Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti sebagai Ketua dan Prof. Dr. H. Helmi Purwanto sebagai Wakil Ketua. Sementara Sekretaris dijabat Dr. Abu Amar Bustomi dan Bendahara H. Supendi Samian, MM.

Selain Ali Imron sebagai Koordinator Wilayah Jawa, kepengurusan juga menetapkan Dr. Ibnu Affan sebagai Koordinator Wilayah Sumatra, Prof. Dr. Hamdani untuk Kalimantan, serta Prof. Dr. H. Lahaji Haedar sebagai Koordinator Wilayah Sulawesi, Bali-Nusa, dan Maluku.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Forum Rektor PTNU oleh Dr. rer. pol. Faishol Aminuddin. Pembacaan SK tersebut menandai dimulainya masa pengabdian kepengurusan baru yang diharapkan mampu memperkuat sinergi antar-PTNU dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi nasional dan global.

Pelantikan yang berlangsung di Gedung PBNU tersebut dihadiri Ketua PBNU Prof. Dr. KH. M. Nizar Ali, para rektor PTNU se-Indonesia, serta sejumlah tokoh pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama.

Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Ainun Na’im menekankan pentingnya PTNU menjadi jamaah yang berwibawa, bermanfaat, dan memiliki kekuatan dalam riset kolaboratif. Menurutnya, PTNU harus mampu memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi agar menghasilkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Menanggapi amanah tersebut, Dr. H. Ali Imron menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk memperkuat sinergi antar-PTNU di Pulau Jawa.

“Ini merupakan amanah yang besar. Saya berharap koordinasi antar-PTNU di wilayah Jawa semakin kuat sehingga dapat melahirkan berbagai program kolaboratif dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan kelembagaan. Semangat kebersamaan menjadi modal utama untuk memajukan PTNU,” ujarnya.

Menurut Ali Imron, PTNU memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan akademik yang diperhitungkan di tingkat nasional. Karena itu, kolaborasi antarperguruan tinggi harus terus diperluas agar mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Pelantikan kepengurusan baru FR-PTNU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan jejaring perguruan tinggi Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, riset, inovasi, serta kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: