iklan banner honda Juni 2026

Sensus Ekonomi Terbesar Sepanjang Sejarah Resmi Digelar di Batang, Berlangsung 2,5 Bulan

Sensus Ekonomi Terbesar Sepanjang Sejarah Resmi Digelar di Batang, Berlangsung 2,5 Bulan

Bupati Batang M Faiz Kurniawan melakukan pelepasan balon sebagai tanda dimulainya Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di halaman Kantor Bupati Batang, Jumat (12/6/2026).-Dony Widyo -

BATANG – Pemerintah Kabupaten BATANG bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi meluncurkan Apel Siaga Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di halaman Kantor Bupati BATANG, Jumat (12/6/2026).

Sensus ini disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah Indonesia karena mengusung konsep "paket lengkap" serta durasi pendataan terlama, yakni 2,5 bulan.

Berbeda dengan sensus ekonomi sebelumnya yang hanya berfokus pada pelaku usaha, SE 2026 kali ini juga mencakup pemutakhiran data kependudukan secara simultan. Artinya, petugas tidak hanya mendata omzet dan jenis usaha, tetapi juga memperbarui informasi keluarga dan penduduk.

Bupati Faiz: Data Ini Fondasi Kebijakan 10 Tahun ke Depan

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, dalam sambutannya menekankan bahwa sensus ini bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan instrumen strategis untuk membaca denyut nadi ekonomi daerah. 

BACA JUGA:Dorong Digitalisasi Pelayanan Publik, Komisi II DPRD Batang Lakukan Monitoring ke Diskominfo

BACA JUGA:Lantik Pengurus KEK Batang, Bupati Faiz Tunggu Program Kolaborasi Hidupkan Wisata Prioritas Tahun 2027

Bupati Faiz meminta seluruh 825 petugas lapangan bekerja totalitas dan menjangkau langsung para pelaku usaha.

"Dari basis data inilah nanti, satu, kita tahu pondasi ekonomi kita hari ini seperti apa, sekaligus juga sebagai review kebijakan-kebijakan ekonomi sebelumnya, plus bagaimana nanti kita menyusun program-program untuk setidaknya 10 tahun ke depan," ujar Bupati Faiz.

Orang nomor satu di Batang itu juga mengimbau masyarakat, mulai dari pedagang kaki lima hingga pengusaha besar di kawasan industri, untuk bersikap terbuka. Ia memastikan bahwa proses sensus tidak memungut biaya sepeser pun karena seluruh anggaran telah ditanggung negara.

"Pesannya ya terbuka saja, dan mereka tidak dibebani apa pun atas proses sensus ini. Ini sudah dibiayai semuanya oleh negara. Ini justru akan sangat bermanfaat, impactful kepada masyarakat," tambahnya.

Kepala BPS: 825 Petugas Door-to-Door, Tim Khusus untuk Wilayah Terpencil

Kepala BPS Kabupaten Batang, Heni Djumadi, menjelaskan bahwa jajarannya telah menyiapkan 825 petugas yang akan menyisir seluruh wilayah secara door-to door.

Mereka tidak hanya mendatangi pertokoan dan pasar, tetapi juga sekolah, puskesmas, hingga warung kelontong di pelosok.

Untuk menjangkau daerah ekstrem seperti Tolangit dan Praten, BPS membentuk tim taktis atau task force. Tim ini akan bekerja secara kolektif di satu wilayah terpencil hingga tuntas sebelum berpindah ke lokasi lain.

"Kami mempunyai petugas namanya tim task force. Jadi untuk daerah-daerah yang terpencil, yang sulit, dan sebagainya, kami bekali petugas untuk mengeroyok di satu tempat, nanti akan selesai. Kami sudah punya mekanisme untuk daerah-daerah yang cukup terpencil," jelas Djumadi.

Dua Inovasi Digital untuk Perusahaan Besar

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait