banner honda Juli 2026

Kondisi Jembatan Kesatrian di Batang Memprihatinkan, Pemkab Usulkan Perbaikan ke TAPD

Kondisi Jembatan Kesatrian di Batang Memprihatinkan, Pemkab Usulkan Perbaikan ke TAPD

Kondisi jembatan Kesatrian yang menjadi jalur utama aktifitas warga kini kondisinya memprihatinkan dan tengah dalam proses usulan perbaikan.-Istimewa -

BATANG - Kondisi Jembatan Kesatrian yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten BATANG, kini masuk dalam catatan kritis infrastruktur daerah.

Jembatan dengan bentang sekitar 40 meter dan lebar 2,5 meter tersebut dinilai membutuhkan penanganan segera menyusul keluhan masyarakat dan hasil kajian teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Jembatan yang terletak di Desa Satrian, Kecamatan Tersono, ini memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Tersono, Limpung, serta akses alternatif menuju jalur Pantura.

Fungsinya melampaui kepentingan warga desa setempat, mengingat lalu lintas harian yang meliputi aktivitas pertanian, distribusi logistik, hingga mobilitas masyarakat menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.

BACA JUGA:Sebagian Besar Kopdes Merah Putih Berdiri di Lahan Pertanian Berkelanjutan, Pemkab Batang Kaji Perumahan RTRW

BACA JUGA:Dua Hektare Lahan Wisata Pantai Sigandu Batang Terendam Rob, Pemkab Siapkan Penataan

Kepala DPUPR Kabupaten Batang, Endro Suryono, mengakui bahwa jembatan tersebut merupakan simpul vital bagi perekonomian warga di wilayah timur Kabupaten Batang.

Endro menyebut, usulan perbaikan jembatan telah masuk dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) dan tercatat sebagai salah satu isu strategis dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

"Secara teknis, Jembatan Kesatrian sangat penting karena menjadi penghubung akses ke Limpung, Tersono, dan wilayah lainnya. Jembatan ini juga menunjang aktivitas pendidikan, pertanian, akses kesehatan, hingga perekonomian masyarakat," ujar Endro pada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Meskipun telah masuk dalam daftar prioritas, keputusan akhir terkait pembangunan atau perbaikan jembatan masih menunggu pembahasan lebih lanjut di tingkat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Selain itu, penetapan anggaran juga memerlukan persetujuan Bupati Batang berdasarkan skala prioritas dan kapasitas fiskal daerah tahun berjalan.

Dari sisi kondisi fisik, Endro mengungkapkan bahwa Jembatan Kesatrian saat ini berada dalam tingkat kerusakan yang cukup mengkhawatirkan. Retakan pada struktur dan penurunan daya dukung material menjadi indikasi utama yang membuat jembatan tidak lagi ideal dilalui kendaraan berat.

Ia bahkan mengeluarkan imbauan tegas agar kendaraan dengan bobot melebihi enam ton tidak melintasi jembatan tersebut. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memperlambat laju kerusakan struktur.

"Kondisinya sangat memprihatinkan. Untuk kendaraan di atas enam ton, sebaiknya tidak melewati jembatan karena posisinya sudah sangat berat dan dikhawatirkan membahayakan," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait