banner honda Juli 2026

Peluncuran Buku Biodiversitas PLTU Batang, Bukti Komitmen Kelestarian Lingkungan

Peluncuran Buku Biodiversitas PLTU Batang, Bukti Komitmen Kelestarian Lingkungan

Chief Operating Officer (COO) PT Bhimasena Power Indonesia, Naofumi Yasuda menyerahkan Buku Biodiversity PLTU Jawa Tengah 2 x 1.000 MW atau PLTU Batang pada acara peluncuran di aula Kantor Bupati, Selasa 30 Juni 2026.-Dony Widyo -

BATANG - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) secara resmi meluncurkan Buku Biodiversity PLTU Jawa Tengah 2 x 1.000 MW atau PLTU BATANG di Pendopo Kabupaten BATANG, Selasa (30/6/2026).

Peluncuran buku ini dirangkai dengan sesi panel talk yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, peneliti, hingga pemerintah daerah.

Buku yang disusun atas kolaborasi BPI bersama Kelompok Pecinta Alam Haliaster dari Departemen Biologi Universitas Diponegoro (UNDIP) serta diterbitkan oleh Gagas Bisnis ini merangkum hasil pemantauan keanekaragaman hayati selama periode 2013 hingga 2025. Pemantauan dilakukan di enam stasiun pengamatan di sekitar area operasional pembangkit listrik tersebut.

Berdasarkan data saintifik yang terdokumentasi, kawasan operasional PLTU Batang memiliki kekayaan ekosistem yang signifikan. Tercatat 204 jenis tumbuhan (flora), 108 jenis burung (aves) yang mencakup 17 jenis satwa dilindungi dan 16 jenis burung migran asal Australia dan Asia, 80 jenis kupu-kupu (lepidoptera), 36 jenis capung (odonata), 30 jenis herpetofauna (reptil dan amfibi), serta 7 jenis mamalia.

BACA JUGA:FABA Limbah PLTU Batang Disulap Menjadi Rumah Ikan, Hiu Paus dan Lumba-lumba Muncul

BACA JUGA:Bupati Batang Dorong CSR Tak Sekadar Seremoni, Arahkan ke Penguatan Daycare untuk Anak Pekerja

Wilayah ini juga terbukti menjadi habitat bagi spesies bernilai konservasi tinggi seperti Gelatik Jawa (Padda oryzivora) yang berstatus terancam punah (Endangered) serta Kepudang Kuduk-Hitam (Oriolus chinensis) yang merupakan maskot fauna Provinsi Jawa Tengah.

Chief Operating Officer (COO) PT Bhimasena Power Indonesia, Naofumi Yasuda, mengungkapkan bahwa penerbitan buku ini merupakan wujud akuntabilitas ilmiah perusahaan kepada publik.

"Buku Biodiversity yang diluncurkan bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, melainkan wujud akuntabilitas ilmiah serta bukti otentik di lapangan yang berhasil dicapai berkat buah sinergi pentahelix yang kuat antara perusahaan, akademisi, pemerintah, masyarakat, dan media," ujar Naofumi dalam sambutannya.

Ia menambahkan, amanah untuk menerangi negeri harus selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga kelestarian dan keberlangsungan lingkungan hidup.

Apresiasi Pemerintah Daerah

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas terbitnya buku dokumentasi biodiversitas ini. Menurutnya, buku tersebut menjadi bukti bahwa ratusan spesies flora dan fauna mampu bertahan bahkan berkembang di sekitar kawasan industri.

"Di tengah tantangan perubahan iklim dan suhu ekstrem global, saya menekankan pentingnya mengatasi risiko lokal seperti potensi emisi, pencemaran air, abrasi, serta dampak bagi nelayan dan petani. Melalui komitmen, teknologi, dan kebersamaan, risiko tersebut dijawab dengan langkah nyata oleh BPI melalui pemantauan lingkungan yang ketat, penanaman mangrove masif, perbaikan pengelolaan limbah, serta program CSR pemberdayaan masyarakat," ungkap Bupati Faiz.

Orang nomor satu di Kabupaten Batang itu menegaskan visi masa depan berkelanjutan daerah dengan pernyataan tegas, "Kita tidak memilih antara listrik dan lingkungan, kita memilih keduanya."

Ia berharap buku ini menjadi peta baru dalam meningkatkan pengawasan dan inovasi demi mewujudkan kemajuan yang tidak merusak alam serta tidak meninggalkan siapapun.

Panel Talk Hadirkan Tiga Narasumber Ahli

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait