iklan banner honda Juni 2026

Kelompok KKN UNIKAL Desa Kedungjaran Realisasikan Program Kerja Unggulan Rocket Stove

Kelompok KKN UNIKAL Desa Kedungjaran Realisasikan Program Kerja Unggulan Rocket Stove

--

RADARPEKALONGAN.CO.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Pekalongan (UNIKAL) Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Kelompok Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, berhasil merealisasikan program kerja unggulan berupa Rocket Stove, sebuah alat pembakaran biomassa dan sampah organik minim asap yang diharapkan mampu menjadi solusi sederhana dalam mendukung pengelolaan sampah mandiri di tingkat desa.

Pembuatan Rocket Stove dilaksanakan selama empat hari, mulai Jumat (26/6/2026) hingga Senin (29/6/2026), bertempat di Desa Kedungjaran. Alat tersebut dibuat menggunakan material bata ringan (hebel) yang dipilih karena memiliki daya tahan panas yang baik, ringan, mudah diperoleh, serta ekonomis sehingga mudah direplikasi oleh masyarakat.

Program ini merupakan implementasi dari tema besar KKN Tematik Universitas Pekalongan, yaitu "Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Sejahtera melalui Program Pemberdayaan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan." Sebelum menentukan program unggulan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi lapangan dan berdiskusi bersama Pemerintah Desa mengenai permasalahan lingkungan yang masih dihadapi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Ketua Kelompok KKN Desa Kedungjaran, Muhammad Haidar Aidil Akbar mengatakan bahwa Rocket Stove dipilih karena merupakan teknologi tepat guna yang sederhana namun memiliki manfaat besar bagi masyarakat.

"Rocket Stove merupakan alat pembakaran biomassa yang bekerja menggunakan prinsip efek cerobong (chimney effect), sehingga menghasilkan proses pembakaran yang lebih panas, lebih efisien, serta menghasilkan asap yang lebih sedikit dibandingkan pembakaran terbuka. Melalui inovasi ini kami berharap masyarakat memiliki alternatif pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.

Selama proses pembangunan, seluruh anggota KKN terlibat mulai dari penyusunan desain, pemotongan bata ringan, penyusunan ruang bakar, pemasangan saluran udara hingga tahap uji coba pembakaran. Rocket Stove dirancang agar mampu memanfaatkan bahan bakar biomassa seperti ranting, daun kering, sekam padi, maupun limbah organik lainnya yang banyak dijumpai di lingkungan desa.

Selain sebagai alat pembakaran, Rocket Stove juga difungsikan sebagai media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya mengurangi praktik pembakaran sampah secara terbuka yang dapat menimbulkan polusi udara. Dengan sistem pembakaran yang lebih efisien, volume sampah organik dapat dikurangi sekaligus meminimalkan asap hasil pembakaran.

Kepala Desa Kedungjaran Ida Bagus Sanubari, S.Pd. mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN Universitas Pekalongan. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu pemerintah desa menghadapi persoalan lingkungan.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Pekalongan atas inovasi Rocket Stove yang telah dibuat. Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan menjadi contoh pengelolaan sampah yang lebih efektif, sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan Desa Kedungjaran yang bersih, sehat, dan berkelanjutan." pungkasnya.

Program Rocket Stove menjadi salah satu capaian utama KKN Tematik Universitas Pekalongan di Desa Kedungjaran. Kehadiran inovasi ini diharapkan tidak berhenti pada masa pelaksanaan KKN, melainkan dapat terus dimanfaatkan, dirawat, bahkan dikembangkan oleh pemerintah desa dan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan budaya pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Pekalongan membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui edukasi, tetapi juga melalui lahirnya inovasi sederhana yang dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Rocket Stove menjadi simbol kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun Desa Kedungjaran yang lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu mengelola sampah secara bijaksana.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: