iklan banner honda Juni 2026

Dukung Program 1.000 Desa Wisata Jateng, Pemkab Batang Dorong Pengembangan Potensi Desa

Dukung Program 1.000 Desa Wisata Jateng, Pemkab Batang Dorong Pengembangan Potensi Desa

Pemkab Batang genjot pengembangan desa wisata untuk dukung program 1.000 desa wisata Jateng 2027.-IST-

BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) terus mendorong pengembangan potensi desa wisata guna mendukung program 1.000 desa wisata yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Langkah ini dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Batang.

Kepala Bidang Destinasi dan Usaha Pariwisata Disparpora Kabupaten Batang, Debby Sintya Rengganis menjelaskan, saat ini Kabupaten Batang telah memiliki 32 desa wisata yang telah ditetapkan melalui surat keputusan. Namun, dari jumlah tersebut, baru sebagian kecil yang mampu berkembang dan aktif mengelola potensi wisatanya secara berkelanjutan.

"Dari 32 desa wisata yang sudah ada, yang benar-benar aktif saat ini hanya sekitar empat desa wisata, seperti Pandansari, Besani, Celong, dan Desa Wisata Pantai Jodo," ujarnya.

Menurutnya, program 1.000 desa wisata dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi momentum bagi Kabupaten Batang untuk kembali memetakan dan menggali potensi desa-desa yang layak dikembangkan menjadi destinasi wisata.

 

"Pak Gubernur punya program 1.000 desa wisata di tahun 2027. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk mencari dan mengembangkan potensi desa wisata baru di Kabupaten Batang, tentunya dengan memenuhi berbagai kriteria yang ditetapkan," katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah aspek menjadi perhatian utama dalam pengembangan desa wisata, mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM), pengelolaan administrasi, hingga penyusunan paket wisata yang menarik bagi wisatawan.

Selama ini, kata dia, salah satu kendala terbesar pengembangan desa wisata di Kabupaten Batang adalah keterbatasan SDM dan belum optimalnya pengemasan potensi wisata yang dimiliki masing-masing desa.

"Desa wisata itu tidak cukup hanya memiliki objek wisata. Harus ada pemaketan wisata yang menarik, misalnya mengangkat kearifan lokal, tradisi masyarakat, pertunjukan seni, kuliner khas, hingga pengalaman yang tidak bisa ditemukan wisatawan di tempat lain," jelasnya.

Ia mencontohkan, desa wisata ideal juga perlu menyiapkan fasilitas pendukung seperti homestay berbasis rumah warga sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

Menurutnya, potensi Kabupaten Batang sangat besar karena memiliki bentang alam yang lengkap, mulai dari kawasan pegunungan hingga pesisir pantai. Namun, tantangan utamanya adalah bagaimana memastikan pengelolaan desa wisata dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Potensi desa di Kabupaten Batang sebenarnya luar biasa. Kita punya laut, gunung, budaya, dan tradisi masyarakat. Yang perlu diperkuat adalah bagaimana pengelolaannya bisa berkelanjutan, jangan hanya ramai sesaat lalu berhenti," ungkapnya.

Ia menambahkan, pengembangan desa wisata juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat. Wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, saat ini cenderung mencari pengalaman autentik dan aktivitas yang tidak mereka temukan di negara asalnya.

"Yang dicari wisatawan sekarang adalah pengalaman. Misalnya merasakan kehidupan desa, bertani, mengenal budaya lokal, belajar membuat produk tradisional, atau tinggal di homestay. Itu justru menjadi daya tarik tersendiri," katanya. (Nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: