Sebelum Diduga Dibunuh, Korban Nongkrong Bareng 3 Temannya hingga Dini Hari
Polisi melakukan olah TKP dugaan pembunuhan di sebuah rumah di Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Minggu pagi, 5 Juli 2026.-Hadi Waluyo.-
KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya Danil Faza (21), pemuda asal Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, yang ditemukan meninggal dunia dengan luka sayatan di leher pada Minggu pagi, 5 Juli 2026.
Beberapa jam sebelum ditemukan tak bernyawa, korban yang sehari-hari bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) diketahui masih berkumpul bersama tiga orang temannya di rumahnya hingga dini hari. Bahkan, teman-teman yang datang tersebut disebut merupakan wajah baru yang belum dikenal oleh keluarga korban.
Teman dekat korban, M Zainurijal (25), warga Pegandon yang sehari-hari berjualan gorengan, ditemui Radar di Mapolsek Karangdadap, mengatakan, dirinya tidak ikut nongkrong bersama korban pada malam kejadian karena sedang bekerja. Namun, ia memperoleh informasi bahwa korban menghabiskan malam bersama tiga temannya di rumah.
"Katanya semalam memang ada sekitar tiga orang yang nongkrong di rumah korban. Informasinya mereka datang sekitar jam 23.00 sampai 23.30 malam. Kalau di rumah, korban tinggal bareng tiga kakaknya, satu laki-laki, dua perempuan," ujarnya.
Menurut Zainurijal, korban memang sedang menikmati masa libur setelah bekerja sebagai ABK. Selama berada di kampung, aktivitas korban lebih banyak dihabiskan dengan berkumpul bersama teman-temannya.
"Kesehariannya ya paling nongkrong biasa. Setelah pulang bekerja sebagai ABK, dia kumpul sama teman-teman. Sekarang memang lagi libur (korban tidak melaut, red)," katanya.
Ia juga menyebut korban jarang berada di kampung karena lebih banyak bekerja di kapal. "Dia itu jarang di kampung. Paling pulang sekitar setengah tahun sekali karena kerja sebagai ABK," ungkapnya.
Zainurijal mengaku mengenal korban sebagai sosok yang ceria dan mudah bergaul. Selama berteman, korban juga tidak pernah menceritakan memiliki persoalan serius di lingkungan keluarga.
"Orangnya ceria, sering kumpul bareng teman-teman. Kalau masalah pribadi tidak pernah cerita," ujarnya.
Meski begitu, korban pernah bercerita mengenai perselisihan kecil saat bekerja di kapal. "Paling dulu habis Lebaran pernah cerita soal cekcok di kapal. Berantem, terus baikan lagi. Selain itu saya tidak tahu ada masalah lain," katanya.
Ia juga mengaku terkejut saat mendapat kabar duka tersebut pada Minggu pagi, sepulang bekerja. "Sekitar jam sembilan pagi saya baru pulang kerja. Sampai rumah dikabari ibu kalau Danil meninggal. Saya langsung kaget," tuturnya.
Disinggung apakah dirinya meyakini korban dibunuh bukan bunuh diri, ia meyakini jika korban dibunuh.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh kakak perempuannya, Nilma, sekitar pukul 06.30 WIB dalam kondisi tergeletak di depan pintu kamar mandi rumah dengan luka robek pada bagian leher.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
