Todongan Resepsionis Hotel, Dua Pria Ini Diburu Tim Resmob Polresta Batang
Tim Resmob Satreskrim Polresta Batang melakukan olah TKP lokasi penodongan resepsionis hotel.-Istimewa -
BATANG — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Batang memburu dua orang pria yang diduga melakukan penodongan disertai ancaman kekerasan terhadap seorang resepsionis Hotel Podomoro di Dukuh Cekelan, Desa Penundan, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Kamis (16/7/2026) dini hari.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.53 WIB. Seorang pria tidak dikenal mendatangi meja resepsionis dengan berpura-pura menanyakan tarif kamar.
Setelah resepsionis menjelaskan harga, pelaku masuk ke ruang resepsionis, merangkul korban dengan tangan kiri, lalu mengeluarkan benda yang diduga senjata api dari balik pakaian dan menodongkannya ke arah perut korban sambil mengancam akan menembak.
Korban bernama Gallian Dwi Setiyadi (27), warga Desa Subah, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Meski dalam situasi terancam, ia berusaha melawan dan berhasil melepaskan diri dari pelaku.
BACA JUGA:Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Truk Tronton di Perlintasan Jalan Pantura Depan Pasar Batang
"Korban melakukan perlawanan dan berhasil meloloskan diri. Mengetahui aksinya gagal, pelaku langsung melarikan diri keluar hotel," kata Kepala Satreskrim Polresta Batang, Iptu Albertus Sudaryono, saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).
Di luar hotel, seorang pelaku lain telah menunggu dengan sepeda motor. Keduanya langsung melarikan diri dari lokasi.
Kasatreskrim membenarkan adanya laporan tersebut. "Benar, kami menerima laporan dugaan tindak pidana penodongan dan ancaman kekerasan yang diduga menggunakan senjata api. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan dan pelaku masih kami lakukan pencarian," ujar Iptu Albertus.
Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah lokasi, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan saksi-saksi.
Polisi juga masih mendalami apakah benda yang digunakan pelaku benar-benar senjata api atau hanya benda lain yang menyerupainya.
"Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait identitas maupun keberadaan pelaku agar segera menyampaikan kepada pihak kepolisian. Setiap informasi akan sangat membantu proses pengungkapan kasus ini," pesannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
