Resmi Dilantik Presiden, Faiz dan Suyono: Kepemimpinan yang Berfokus Pada Kesejahteraan Rakyat
Bupati dan Wakil Bupati Batang, M Faiz Kurniawan dan Suyono.-Istimewa -
JAKARTA, RADAR PEKALONGAN.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik M Faiz Kurniawan dan Suyono sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batang periode 2025 - 2030 di Istana Negara, Jakarta, Kamis 20 Februari 2025.
Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di Kabupaten Batang pasca-Pilkada Serentak 2024.
Sebelum pelantikan, sebanyak 961 kepala daerah dari berbagai wilayah berkumpul di Monumen Nasional (Monas) dengan mengenakan seragam dinas berwarna putih.
Mereka berangkat bersama menuju Istana Negara dengan diiringi Drum Band Gita Abdi Praja dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
BACA JUGA:Serempak, Awal Ramadan dan Idulfitri 1446 H Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
BACA JUGA:Batang Genjot Swasembada Pangan 2025, Perbaikan Irigasi hingga Jaminan Harga Gabah Jadi Fokus
Usai dilantik, Faiz dan Suyono mengungkapkan komitmen mereka untuk melakukan percepatan pembangunan dan menata ulang program yang sudah berjalan.
"Kami akan melakukan akselerasi secara komprehensif dan menata ulang program-program berkelanjutan agar tidak ada tindakan terburu-buru tanpa perencanaan yang matang," ujar Bupati Batang, M Faiz Kurniawan.
Faiz menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan menjadi prioritas utama dalam masa kepemimpinannya.
"Kami ingin membangun pemerintahan yang melayani rakyat dengan prinsip good governance, yang mengedepankan akuntabilitas dan transparansi," jelasnya.
Dalam sektor kesehatan, Faiz dan Suyono berjanji untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat dengan memastikan seluruh warga Batang tercover dalam BPJS Kesehatan melalui skema Universal Health Coverage (UHC).
"Kesehatan adalah hak dasar. Kami ingin semua warga Batang mendapatkan akses layanan kesehatan yang baik tanpa ada hambatan administratif atau finansial," tambahnya.
Selain kesehatan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi perhatian utama. "IPM diukur dari angka harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, harapan hidup, serta pengeluaran per kapita. Kami akan fokus pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat," ungkap Faiz.
Untuk menekan angka pengangguran, Faiz dan Suyono akan menerapkan program pelatihan kerja berbasis ekologi industri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
