Okupansi Hotel dan Restauran Naik, Saat Momen Perayaan Religi di Pekalongan
Pelayanan- Pelayanan salah satu hotel di ada wilayah Batang.-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi
Radarpekalongan.co.id- Momen perayaan religi Nisfu Sya’ban di Pekalongan kembali membawa dampak signifikan bagi industri perhotelan dan kuliner disana. Hal ini disampaikan Penasehat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pekalongan, Cucut Suranto, saat dikonfirmasi melalui belum lama ini.
BACA JUGA:Pintoe Dalem Street Fair 2025, Kemeriahan Bazar UMKM Imlek di Pekalongan
BACA JUGA:Buron Dua Tahun, Pelaku Rudapaksa Anak di Bawah Umur di Pekalongan Akhirnya Ditangkap
Pihaknya mengatakan bahwa tingkat hunian hotel dan kunjungan ke restoran meningkat tajam selama periode perayaan ini. “Reservasi hotel sudah mulai masuk sejak satu bulan sebelumnya. Pada hari pertama perayaan, seluruh kamar hotel baik berbintang maupun non-bintang terisi penuh, sementara pada hari kedua, tingkat hunian tetap tinggi,” ujarnya.
BACA JUGA:Pemprov Jateng Komitmen Bakal Berikan Tali Asih Bagi Penghafal Al-Qur'an 30 Juz
Dijelaskan Cucur bahwa dari jumlah kamar hotel berbintang di Kota Pekalongan mencapai sekitar 1.100 kamar, 100 persen terpenuhi. Dan untuk hotel non-bintang setempat sekitar ada 500 kamar, okupansi hampir menyentuh angka 100 persen.
BACA JUGA:Juru Parkir di Pasar Kajen Didatangi Satlantas Polres Pekalongan
Selain industri perhotelan, sektor kuliner turut merasakan lonjakan kunjungan tersebut. Wisatawan dan peziarah yang hadir tidak hanya menginap di hotel tetapi juga menikmati kulineran khas daerah seperti soto tauto dan megono. “Kota Pekalongan memiliki keunikan tersendiri dalam sektor kuliner. Para tamu menyempatkan diri mencicipi makanan khas, yang secara langsung berdampak positif pada perekonomian daerah,” imbuhnya.
BACA JUGA:Grand Opening Klinik Utama Padmasari, Dekatkan Akses Fasilitas Kesehatan Kepada Masyarakat
Menurutnya, tren peningkatan ini terus terjadi setiap tahun, hal ini menegaskan posisi Kota Pekalongan sebagai salah satu destinasi wisata religi yang berkembang pesat. Lebih lanjut, ia berharap upaya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha perhotelan, dan restoran terus didorong untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sektor ini.
BACA JUGA:6 Kios di Desa Pangkah Karangdadap Pekalongan Terbakar
Dengan tren yang terus meningkat, diharapkan Kota Pekalongan semakin dikenal sebagai destinasi wisata religi sekaligus kota dengan pengalaman kuliner yang menarik, sehingga dapat terus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. (Ap3)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
