Cegah Radikalisme, Santri Diminta Perkuat SDM

Selasa 16-08-2022,14:20 WIB

BATANG - Kaum santri dinilai memiliki potensi dan kemampuan besar untuk menangkal paham radikal di Indonesia. Karena itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto meminta para produk pesantren ini bisa berperan aktif mencegah arus radikalisme di wilayahnya melalui penguatan SDM.

Pesan itu disampaikan Bupati saat menghadiri acara Jagong Bareng Forkopimda Kendal Bersama Santri yang mengangkat tema "Sinergitas dan Optimalisasi Peran Serta Masyarakat dalam Pencagahan Paham Radikal", Senin (15/8/2022), di Aula Kodim Kendal. Acara dihadiri Dandim Kendal Letkol Inf Misael Marthen Jenry Polii, Kapolres AKBP Jamal Alam, Kepala Kemenag, Kasi Intel Kejari, Kepala Badan Kesbangpol Kedal, dan diikuti oleh 50 satri dan Pimpinan Ponpondok Pesantren di Kabupaten Kendal.

Dalam sambutannya, Dandim Kendal, Letkol Inf. Misael Marthen Jenry Polii mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kendal yang telah bersama-sama menggelar kegiatan ini.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya yang hadir dalam kegiatan ini, terutama kepada Bupati Kendal, yang mana bisa bersama-sama mengingatkan kepada kita semuanya, bahwa Indonesia adalah milik bersama. Maka, menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sesuai dengan tugasnya masing-masing," ujar Letkol Inf. Misael.

Menurut Dandim, menjaga keamanan wilayah ini termasuk mencegah masuknya paham-paham radikal yang akan memperngarui stabilitas negara, termasuk di Kabupaten Kendal.

"Diharapkan melalui kegiatan-kegiatan seperti ini dengan melibatkan para santri dan pimpinam Ponpes di Kabupaten Kendal dapat mencegah paham-paham radikalisme yang dapat merorong persatuan dan kesatuan bangsa," harap Dandim Kendal.

Sementara itu, Bupati Kendal Dico M Ganinduto menyebut paham radikal dapat menyebabkan perpecahan, dan dapat mempengaruhi stabilitas keamanan negara Indonesia, termasuk di Kabupaten Kendal, sehingga harus diantisipasi.

Menurut Bupati, untuk mengantisipasi masuknya paham radikal ini perlu kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk para santri dan masyarakat Kabupaten Kendal, mengingat masuknya paham itu secara perlahan-lahan dan menyasar lingkungan yang SDM masyarakatnya rendah, sehingga gampang untuk dipengaruhi sikologisnya.

"Mengantisipasi paham radikal ini, yang pertama kali kita harus tingkatkan SDM, agar tidak mudah dipengaruhi. Maka, saya mengajak para santri agar terus meningkatkan SDM dan menjadi SDM utama di Kabupaten Kendal, sehingga paham radikal ini susah masuk di Kabupaten Kendal," tutur Bupati Dico.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi damai, yang isinya "Kami santri Kabupaten Kendal menolak segala paham radikal di kabupaten Kendal, Pancasila ideologi bangsa, dan NKRI adalah harga mati". Selanjutnya adalah penandatanganan deklarasi oleh para santri, Bupati Kendal dan Forkopimda Kendal. (red/sef)

Tags :
Kategori :

Terkait