Sentuhan yang penuh kasih, seperti pelukan, ciuman, atau sekadar mengusap kepala dan memegang tangan nyatanya efektif dalam memperkuat ikatan emosional.
Selain memberikan rasa aman, hal ini berkontribusi pada anak mengenali ekspresi emosional dan membangun empati.
Ketika anak merasa diterima, sang anak akan lebih terbuka dalam mengungkapkan dan mengekspresikan perasaannya di kemudian hari.
Meningkatkan Komunikasi dan Hubungan Emosional
Pola dan metode komunikasi yang benar secara terbuka dan jujur adalah kunci memahami perasaan dan kebutuhan anak.
Mendengarkan aktif dan merespon dengan penuh empati akan membuat anak merasa didengar dan dihargai.
Pendekatan ini juga mengajarkan anak tentang nilai penting komunikasi dan empati saat berinteraksi sosial. Membangun komunikasi aktif bisa dilakukan dengan cara makan bersama.
Ketika makan bersama akan muncul momen kebersamaan di mana tercipta interkasi antara orang tua-anak.
Saat dalam situasi ini fasilitasi anak untuk menceritakan pengalaman mereka atau berdiskusi ringan dengan melibatkan anak agar mereka merasa terlibat dalam suatu perbincangan.
Bermain Bersama
Bermain bersama adalah cara menyenangkan untuk menstimulasi perkembangan emsional pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain, khususnya bermain peran mampu meningkatkan emosional anak.
Sebenarnya masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan untuk membangun stimulus perkembangan emosi anak.
Namun, bila tidak dilakukan dengan konsisten, maka sama halnya dengan percuma karena semua hal yang dibangun harus berlandaskan konsistensi. Semoga bermanfaat. (*)
*) Penulis adalah Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).