Bibit atlet pemain sepak bola Kota Santri kini mulai bermunculan. Terbukti di Desa Kampil, Kecamatan Wiradesa, melaunching Sekolah Sepak Bola (SSB) Satria untuk menampung bakat sepak bola anak-anak setempat.
Launching secara simbolis dilakukan oleh anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari PAN, Candra Saputra disaksikan Kepala Desa Kampil Kecamatan Wiradesa.Wakil Ketua pengurus SSB Satria, Fajar menjelaskan dibentuknya sekolah sepak bola ini sebenarnya sudah cukup lama, sekitar setahun namanya. Namun awalnya, hanya sekadar untuk menyalurkan potensi anak-anak sekolah yang hobi sepak bola. Meski jumlahnya belum beitu banyak, namun aktifitas latihan rutin dijalankan di lapangan desa setempat.
''Kebetulan banyak anak-anak sekolah yang mengetahui latihan rutin SSB Satria dan mereka berniat untuk bergabung,'' katanya.
Karena jumlah siswa semakin banyak sekitar 50 orang, beberapa pengurus kemudian sepakat untuk membetuk dan meresmikannya.
Diterangkan, pembagian timnya terdiri dari tiga kelompok usia, yakni 10, 14, serta 19 tahun dan diasuh oleh dua pelatih yang masing-masing cukup berpengalaman di sepak bola. Dengan pembagian kelompok umur tersebut, paling tidak SSB Satria akan bisa berpartisipasi menjadi peserta apabila ada kejuaraan maupun turnamen sesuai dengan usianya. Bahkan setelah launching, kemampuan anak didiknya dicoba dengan mengikuti Trofeo Cup yang mempetandingkan dua kelompok yakni U-10 dan U-12 di tempat yang sama.
Ada tiga tim yang ikut kejuaraan tersebut yakni SSB HW Pencongan, SSB Alaskembang Wonosari dan tuan rumah SSB Satria. Hasilnya, untuk U-10 juara pertama hingga ketiga adalah HW Pencongan, SSB Satria, dan SSb Alaskembang. Sedangkan untuk U-12, tuan rumah SSB Satria menjadi juara pertama, diikuti SSB Alaskembang, dan HW Pencongan.
''Kami mengundang Pak Candra sebagai bentuk dukungan menjadi kandidat Ketua Askab PSSI Kabupaten Pekalongan,'' katanya.
Sementara itu, Candra sangat mendukung adanya peresmian SSB Satria yang nantinya bisa memfasilitasi potensi bibit bibit lokal.
begitupun diungkapkan Kepala Desa Kampil, Wiradesa Slamet. Ia sangat mendukung apa yang dilakukan pengurus SSB Satria. Adapun latihan di masa covid 19, siswa sekolah hampir sebagian besar selalu bermain gudget di handphone sehingga dengan mengikuti latihan paling tidak bisa menguranginya. (Yon)