"Desa Kayupuring dipilih karena memiliki potensi alam yang luar biasa, khususnya wisata berbasis kopi dan keindahan hutan Petungkriyono. Namun, wilayah ini juga rentan terhadap bencana. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas masyarakat menjadi hal yang mutlak," paparnya.
Program pendampingan desa wisata oleh ITSNU Pekalongan ini bersifat berkelanjutan. Artinya, mahasiswa dan tim pendamping akan terus melakukan monitoring, evaluasi, serta pelatihan secara periodik.
Dengan adanya integrasi digital, bantuan peralatan, serta pendekatan komunitas, diharapkan Desa Kayupuring mampu menjadi percontohan Desa Wisata Tangguh Bencana yang produktif, aman, dan berkelanjutan.