Potensi PAD Pariwisata Ratusan Juta Menguap

Kamis 19-08-2021,11:00 WIB

*Dampak PPKM Selama 1,5 Bulan

BATANG - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangat berdampak signifikan pada perolehan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata. Tercatat ada ratusan juta rupiah yang semestinya masuk ke PAD menguap karena aktivitas tempat wisata ditutup.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso mengatakan, bahwa pihaknya terpaksa harus kehilangan PAD sebesar Rp250 juta akibat PPKM.

"Kebijakan PPKM sudah berjalan kurang lebih 1,5 bulan, praktis kita tidak menarik tiket di obyek wisata, karena ditutup. Sehingga perbulan pendapatan dari sektor obyek wisata kehilangan Rp 200 juta, atau total kurang lebih hilang Rp 250 juta," ujar Wahyu, Rabu (18/7/2021).

Dijelaskannya, pendapatan obyek wisata pada semester pertama tahun ini sekitar Rp 1,5 miliar.

"Target awal pendapatan sektor obyek wisata tahun ini sebesar Rp 3,3 miliar. Karena rekonsiliasi diturunkan Rp 2,1 miliar. Mudah - mudahan dengan sisa waktu ini target bisa tercapai," harapnya.

Namun demikian, Wahyu menyatakan belum bisa memastikan kapan obyek wisata akan dibuka kembali, karena masih menunggu intruksi lebih lanjut kebijakan PPKM.

"Kalau Batang masuk PPKM level 2, kita persilahkan obyek wisata dibuka kembali dengan tetap disiplin protokol kesehatan (prokes). Tapi untuk saat ini masih menunggu intruksi Bupati berdasarkan keputusan pemerintah pusat," katanya.

Wahyu pun berharap Kabupaten Batang segera masuk PPKM level 2, karena pelaku wisata sudah sangat memprihatinkan dengan penutupan yang sudah 1,5 bulan lebih. Banyak pengelola wisata hingga pelaku usaha di tempat wisata yang saat ini kelimpungan karena terdampak penutupan ini.

"Kami juga mengharapkan bantuan kompensasi untuk pelaku wisata dari pemerintah pusat. Karena Pemkab Batang juga terkena refocusing, jadi kita tidak bisa berbuat apa apa," pinta Wahyu Budi Santoso. (fel)

Tags :
Kategori :

Terkait