Longsor di Desa Pranten Kabupaten Batang Rusak 14 Rumah, 2 Tertimbun Material

Senin 26-01-2026,12:28 WIB
Reporter : Dony Widyo
Editor : Dony Widyo

BATANG - Sebanyak 14 rumah mengalami kerusakan akibat tanah longsor yang menerjang Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Dua di antaranya tertimbun material secara penuh.

Bencana yang terjadi pada Jumat (23/1/2026) sore tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak pagi. Longsor menutup sejumlah akses jalan dan mengakibatkan pemadaman listrik di seluruh wilayah desa.

Wakil Bupati Batang Suyono yang meninjau lokasi pada Senin (26/1/2026), menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Data sementara dari Pusdalops BPBD Batang mencatat, selain dua rumah yang tertimbun, sedikitnya 12 unit rumah lainnya rusak.

"Akses air bersih juga terputus untuk Dukuh Rejosari dan Sigemplong," jelas Suyono.

BACA JUGA:Banjir dan Longsor Landa Batang, DPRD Fokuskan Bantuan pada Dapur Umum

BACA JUGA:PT Bhimasena Power Indonesia Salurkan Bantuan Logistik Darurat untuk Korban Banjir di Batang

Akibat longsor, sebanyak 110 Kepala Keluarga (KK) dari total 170 KK di Dukuh Rejosari mengungsi ke rumah kerabat di Dieng Kulon. Sebanyak 60 KK lainnya masih bertahan di sekitar lokasi dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

Pemkab Batang melalui BPBD telah mengerahkan tim gabungan dari TNI, Polri, relawan, dan masyarakat untuk melakukan penanganan.

Pembersihan material longsor di jalur Geodipa–Rejosari Pranten dilaporkan telah selesai, namun beberapa akses lain masih terhalang dan sejumlah dukuh terisolasi.

"Kami imbau warga yang masih berada di sekitar lokasi untuk menjauh sementara, mengingat kondisi tanah masih labil dan berpotensi longsor susulan," kata Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah.

Upaya tanggap darurat masih terus dilakukan. BPBD menyatakan laporan perkembangan situasi masih bersifat dinamis.

Kategori :