Pasien Covid-19 di Kota Santri Membludak

Senin 14-12-2020,11:00 WIB

Oleh karena itu, rumah sakit menutup IGD untuk sementara waktu dan hanya melayani pasien kecelakaan atau kegawatdaruratan.

"IGD hanya melayani pasien kecelakaan dan penutupan ini sampai batas waktu yang belum ditentukan," tandasnya.

Septi menuturkan, pasien yang diletakkan di selasar rumah sakit ini hampir satu minggu. Untuk pasien yang dirawat di selasar rumah sakit, pihaknya sudah memberikan tindakan pemberian suntikan dan vitamin.

"Harapannya bisa meringankan sakit pasien itu. Nantinya, apabila sudah ada kamar yang kosong pasien yang berada di selasar akan dipindahkan," tambahnya.

JANGAN PANIK

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro dikonfirmasi terpisah, mengatakan, pihaknya sudah membahas hal itu pada Jumat malam hingga Sabtu pagi. Menurutnya, pasien dengan gejala berat tetap harus dibawa ke rumah sakit walaupun kapasitas rumah sakit sudah terbatas.

"Untuk RSUD Kajen di IGD saja sudah menampung 10. Di RSUD Kraton juga sudah menampung 9. Di RSDC masih ada tempat. Di RSDC bisa menampung 20 orang, sudah ada 15, sehingga ada sisa 5," terang Wawan.

Ia berharap, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Artinya, jika bisa isolasi mandiri di rumah dan menjaga kesehatan, maka bisa teratasi.

Disinggung apakah pihaknya akan menyiapkan tempat khusus untuk ruang isolasi di luar rumah sakit yang sudah ada, Wawan mengatakan, pada hari Senin (14/12/2020) pihaknya akan membahas langkah-langkah strategis apa yang akan dilakukan. "Yang jelas kita tetap akan menyiapkan itu semua. Hari Senin kita semua Satgas akan kumpul untuk membahas itu. Intinya kita siap," ujar dia.

Wawan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Apalagi, kondisi saat ini ruang isolasi di RSUD Kraton kebakaran. "Walaupun yang terbakar satu kamar, namun seluruh ruang di kompleks itu ditutup. Instalasinya kan keseluruhan, menyambung yang satu dengan yang lain. Insya Allah Senin sudah stabil sehingga tidak terjadi penumpukan yang demikian," ungkap dia.

Wawan berpesan, masyarajat tetap tenang dan tidak panik. Protokol kesehatan harus terus ditingkatkan, terutama memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Sedangkan perkembangan kasus Covid seperti dilansir dari laman https://corona.pekalongankab.go.id/ hingga Jumat (11/12/2020) pada pukul 23.49 WIB, total kasus terkonfirmasi mencapai 1.007 kasus.

Dengan rincian, jumlah orang dalam pantauan (ODP) di Kabupaten Pekalongan ada 621 orang, 620 orang selesai pemantauan dan 1 orang meninggal dunia. Jumlah untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ada 77 orang, dengan rincian 54 orang sudah pulang dan sehat serta 23 orang meninggal dunia.

Sedangkan kasus positif Covid-19 ada 1.007 orang, dengan 43 orang meninggal dunia, 733 sembuh, 130 orang menjalani isolasi mandiri, dan 61 orang masih dirawat. Dari data yang dirilis, kasus positif tertinggi ada di Kecamatan Kedungwuni, disusul Kecamatan Tirto, Wiradesa, dan Kecamatan Kajen. (had)

Tags :
Kategori :

Terkait